Berburu Takjil di Kampung Beru, Kue Janda Khas Bugis Jadi Primadona

Di antara deretan kue, aneka minuman dingin hingga makanan siap saji, ada satu primadona yang selalu jadi rebutan, kue janda.

Maumere, Ekorantt.com – Jalan Kampung Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka sudah dipadati pengendara roda dua maupun roda empat, Jumat, 20 Februari 2026 sore. Bukan karena macet hari kerja melainkan keramaian khas bulan suci Ramadan.

Sepanjang bahu jalan dipenuhi tenda-tenda pedagang takjil berwarna-warni berjajar rapi. Aroma wangi pandan es buah dan gurihnya gorengan langsung menyapa pengunjung.

Di antara deretan kue, aneka minuman dingin hingga makanan siap saji, ada satu primadona yang selalu jadi rebutan, kue janda.

“Kue janda memang duluan laku. Tadi yang beli ibu satu orang, yang lainnya  bapak-bapak semua,” ujar Dian, penjual takjil sejak puluhan tahun di kampung Beru.

Kata dia, kue janda menjadi primadona karena rasanya yang manis, gurih serta teksturnya yang renyah.

“Tadi ada 50 kotak mika, tidak sampai satu jam langsung ludes sebelum buka puasa. Sudah habis tetapi masih ada pembeli yang datang tanya kue janda,” kata Dian yang berusia 25 tahun ini.

Kue janda dan aneka kue lainnya serta minuman dingin dipatok dengan harga Rp5 ribu per mika.

Menurut dia, kue janda merupakan kue tradisional berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan yang terbuat dari singkong parut yang diisi pisang.

Kue janda dijual satu tahun satu kali saat bulan suci Ramadan atau hari raya Idul Fitri.

Selain menjual kue janda, Dian menjual aneka kue basah, seperti kue lapis, dadar gulung, dan dodol, serta minuman dingin seperti es buah.

Dian mengungkapkan, berjualan takjil  setiap bulan Ramadan sudah menjadi kebiasaan yang membawa berkah untuk keluarga.

“Alhamdulillah setiap hari dagangannya laris. Penghasilan lumayan setiap hari bisa mencapai empat hingga lima ratus ribu,” kata Dian.

Keramaian ini juga membawa dampak kemacetan arus lalu lintas. Jejeran tenda-tenda pedagang takjil sepanjang bahu jalan menyebabkan jalanan di sepanjang jalan Hasanudin, Kampung Beru menjadi macet.

Kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas tampak melambat karena sebagian pengendara memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan, sementara yang lainnya memilih terus melaju.

Berburu takjil di Kampung Beru ini momen yang sangat dinantikan setiap bulan Ramadan, bukan hanya umat muslim, tetapi seluruh lapisan masyarakat.

TERKINI
BACA JUGA