Kupang, Ekorantt.com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT mendorong Gubernur, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur, Johanis Asadoma (Melki–Johni) agar pada tahun kedua kepemimpinannya lebih memprioritaskan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo berkata, sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren positif dalam satu tahun terakhir, seperti pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penurunan angka kemiskinan, serta membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Namun, menurut Winston, capaian tersebut perlu diterjemahkan menjadi peluang kerja yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi harus terasa di kantong anak muda. Tahun kedua harus menjadi fase penciptaan lapangan kerja baru yang konkret dan terukur,” tegasnya dalam dialog publik bertajuk “Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan Melki–Johni” yang disiarkan langsung dari Studio Programa 1 Radio Republik Indonesia Kupang, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menilai kebijakan berbasis potensi lokal seperti penguatan UMKM, koperasi, dan pendekatan One Village One Product (OVOP) sudah berada pada jalur yang tepat.
Meski demikian, implementasi program tersebut perlu dipercepat dengan fokus pada kualitas produk, akses pasar, dan kesinambungan produksi agar mampu menyerap tenaga kerja lebih besar.
Selain sektor ekonomi, Winston juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Di sektor kesehatan, percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas layanan kesehatan rujukan dinilai tetap menjadi agenda mendesak.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT tengah menyiapkan Tim Percepatan Ekonomi Kerakyatan guna mengoptimalkan potensi daerah dan memaksimalkan pemanfaatan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai lebih dari Rp3,2 triliun untuk mendorong usaha produktif dan memperluas kesempatan kerja.
Melki menambahkan, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perbaikan indikator ekonomi daerah, terutama melalui peningkatan produksi gabah yang berdampak pada pendapatan petani.
Selain itu, sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk destinasi unggulan seperti Labuan Bajo yang diharapkan memberi efek berganda bagi kabupaten lain di NTT.
Sektor peternakan, kelautan dan perikanan, serta komoditas perkebunan seperti kopi dan kakao turut menjadi penggerak ekonomi daerah.












