Pemkab Ngada Gandeng Bank NTT, Pembayaran Retribusi Pasar Dilakukan Secara Digital

Wili bilang, pemerintah bisa menghemat biaya percetakan karcis. Sistem digital juga membantu para pedagang mengetahui jumlah retribusi yang harus dibayar kepada pemerintah.

Bajawa, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bekerja sama dengan Bank NTT menerapkan pembayaran retribusi pasar secara digital lewat aplikasi berbasis android.

Kepala Bapenda Kabupaten Ngada, Wili Ajo mengatakan transaksi keuangan, baik pajak maupun retribusi, wajib menggunakan sistem digital atau non tunai.

“Secara struktur indikator secara digital, itu menjadi ukuran keberhasilan sebuah daerah yang dinilai oleh Bank Indonesia,” kata Wili di sela-sela peluncuran pembayaran pajak secara digital di Pasar Aimere, Jumat, 7 Maret 2026.

Dengan sistem digital, kata dia, angka pembayaran retribusi semakin akurat dan transparan. “Dengan sistem ini sangat terbantu, karena kami tahu memang jumlah retribusi yang masuk pada hari itu melalui sistem.”

Wili bilang, pemerintah bisa menghemat biaya percetakan karcis. Sistem digital juga membantu para pedagang mengetahui jumlah retribusi yang harus dibayar kepada pemerintah.

“Ada tujuh pasar yang kita terapkan sistem ini. Hari ini kami mulai dari pasar yang jumlah pedagang cukup banyak, salah satunya pasar Aimere,” ujarnya.

Fasilitas penagihan, ujar Wili, disiapkan oleh pihak Bank NTT Cabang Bajawa.

Kepala Bank NTT Cabang Bajawa, Devideris D. Harri Seso mengatakan, sistem pembayaran digital membantu petugas menarik retribusi lebih cepat, efisien, dan real time.

“Karena pungutan yang dilakukan di pasar terkoneksi dengan sistem bank dan dapat langsung terbaca di dashboard Bapenda yang diberikan oleh pihak Bank NTT.”

Dalam penerapannya nanti, Devideris menjelaskan, para pedagang diberi QR Code yang memuat data besaran lapak masing-masing. Para juru pungut akan memungut retribusi dengan melakukan scan pada QR Code tersebut.

“Secara otomatis besaran tagihan retribusi akan muncul atau tercantum dalam aplikasi Mobile Apps berupa handphone android yang digunakan oleh para juru pungut,” jelasnya.

Devideris menambahkan, pihaknya menyediakan empat unit handphone android dan empat unit mesin printer bluetooth untuk memudahkan juru pungut mencetak setruk.

Pedagang Pasar Aimere, Kristina Irene Anu mendukung penerapan sistem digital dalam pemungutan retribusi di pasar.

“Kami pedagang sangat mendukung, apalagi pengalaman kami selama ini kadang penagihan di atas dari ukuran lapak kami. Dengan begini, kita bisa tahu berapa yang harus kami bayar.”

Kristina mendorong agar penerapan pembayaran digital harus diikuti dengan edukasi yang berkelanjutan.

TERKINI
BACA JUGA