DPRD NTT Ingatkan Kontraktor Jalan ke Huntap Lewotobi Tidak Gunakan BBM Subsidi

Anggota DPRD dari Dapil NTT VI itu menilai pengerjaan minor yang volumenya hampir 5000 meter kubik berjalan bagus dengan tetap melibatkan tukang lokal.

Larantuka, Ekorantt.com – Pimpinan Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Timur, Ana Waha Kolin mengingatkan kontraktor proyek jalan ke lokasi hunian tetap (Huntap) bagi penyintas korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki agar tak menggunakan BBM bersubsidi.

“Tidak boleh, ya. Yang namanya BBM subsidi itu untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tidak boleh digunakan kontraktor untuk proyek,” ujar Ana saat meninjau proyek jalan tersebut di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Sabtu, 14 Maret 2026.

Selain itu, ia juga meminta PT Dewi Graha Indah yang mengerjakan proyek jalan ke lokasi Huntap bagi penyintas korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki agar menjaga kualitas pekerjaan demi kepentingan masyarakat.

Anggota DPRD dari Dapil NTT VI itu menilai pengerjaan minor yang volumenya hampir 5000 meter kubik berjalan bagus dengan tetap melibatkan tukang lokal.

Para tukang umumnya penyintas asal Desa Boru dan Desa Pululera. Mereka tak diungsikan lantaran tempat tinggalnya relatif aman dari radius bahaya erupsi.

Meski begitu, Ana mengingatkan kontraktor dan konsultan pengawas agar tidak memaksa pekerjaan minor dengan material semen dan pasir saat hujan. Sebab hal itu berisiko terhadap kualitas proyek senilai Rp8,5 miliar itu.

“Saat hujan tidak boleh ada pekerjaan-pekerjaan minor, itu tidak ada guna, saya titipkan betul untuk hal ini,” tuturnya.

Menurut Ana, Balai Pelaksana Jalan Nasional NTT berhasil meminta penambahan pekerjaan sejauh 1,9 kilometer lagi untuk sampai ke titik tujuan di Kuhe, lokasi yang nantinya dibangun perumahan bagi korban bencana.

Awalnya, volume jalan sepanjang 8,39 kilometer hanya bisa sampai ke Noboleto, lokasi pertama yang semulanya ditetapkan pemerintah untuk bangun hunian. Belakangan lokasi itu dibatalkan Kementerian Perumahan. Jarak Noboleto dengan Kuhe sekitar 1,9 kilometer.

“Dalam perjalanan, kan, pindah lokasi. Jadi Balai Jalan Nasional juga kewalahan. Tetapi setelah diadvokasi ke Jakarta, akhirnya disetujui untuk penambahan. Jadi kita berterima kasih atas gerak cepat pihak balai untuk hal ini,” ucapnya.

Manajer Proyek PT Dewi Graha Indah, Hengky Leong, memaparkan jalan itu akan diaspal selebar lime meter, sementara bahu jalan kiri dan kanan masing-masing satu meter. Pengaspalan diperkirakan dimulai pada akhir April 2026 dengan target pertama sejauh dua kilometer.

Selain tenaga teknis berkompeten, pihaknya juga mengerahkan alat berat berupa dua ekskavator, 2 quarry, satu greder, satu wipro, dan 21 dump truk untuk armada angkutan material.

“Setelah lebaran ini, kita sudah mempersiapkan material untuk pekerjaan agregat B,” katanya.

Hengky optimistis pekerjaan bisa selesai tepat waktu sesuai jadwal. Pihaknya masih memiliki ruang waktu enam bulan ke depan hingga 12 September 2026. Proyek itu diklaim mencapai 13,34 persen sejak dimulai pada bulan Januari kemarin.

Team Leader Konsultan Pengawas PT Secon Dwitunggal Putra, Rahmat Saleh, mengatakan progres 13,34 persen masih minus dari rencana yang ditetapkan sejumlah 17 persen.

“Tetapi masih on schedule, dukungan peralatan dan tenaga kerja juga cukup memadai,” katanya.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA