Ruteng, Ekorantt.com – Jumlah aset Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union Florette per Desember 2025 mencapai Rp58.373.893.269. Jumlah tersebut mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun buku 2024 lalu sebesar Rp53.605.835.050.
“Dari jumlah ini tentunya mengalami peningkatan Rp4.768.058.219 pada tahun buku ini,” kata Manajer CU Florette, Srianus Syukur saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXIV di Aula Asumpta Katedral Ruteng pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Kemudian, realisasi pemberian pinjaman kepada anggota tahun buku 2025 sebesar 123 persen atau melampaui target.
Srian berkata, pemberian pinjaman ini ditargetkan Rp15.711.365.305. Namun, angka realisasinya sebesar Rp19.393.388.520. “Jumlah ini tentunya lebih tinggi dari rencananya.”
Menurut dia, angka realisasi tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun buku sebelumnya. Tahu buku 2024, realisasinya Rp14.904.805.000 atau kenaikan mencapai Rp4,4 miliar.
Sementara pendapatan, kata Srian, senilai Rp4.822.442.104. Sedangkan dalam perencanaannya Rp4.521.101.197. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun buku 2024 yang realisasi pendapatannya sebesar Rp4.238.065.425.
Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union Florete, Florianus Kampul mendorong anggotanya bersama-sama memajukan Florete dengan melakukan simpan, pinjam, dan mengangsur. “Hanya tiga kata kuncinya kalau memajukan Florete,” kata dia.
Ia mengajak, setiap pendapatan anggota penting disisihkan ke Florete. Dengan menyimpan, anggota dapat membiasakan untuk menabung dan memperoleh akses pinjaman.
Paling kurang, menurut Florianus, melakukan simpanan wajib. “Itu salah satu cara,” ucapnya.
Apabila sudah menyimpan, anggota pula tidak boleh lupa untuk melaksanakan pinjaman.
Sebuah kesalahan terbesar, kata dia, jika ada anggota Florete yang meminjam ke lembaga “tanggung renteng”.
“Karena tidak ada orang lain selain anggota yang meminjam di Florete. Jangan pinjam di ‘tanggung renteng’,” pinta Kampul.
Bila ada yang mengklaim karena berbagai persyaratan, ia menjelaskan bahwa pinjaman ke koperasi kredit memang harus memiliki persyaratan. Sebab keuangannya milik banyak orang.
Ia bilang, jika anggota tidak meminjam, maka uang akan menumpuk. Hal tersebut yang membuat koperasi tidak maju.
Setelah meminjam, anggota wajib mengangsur atau mencicilnya.
Kalau kewajiban menyimpan, meminjam, dan mengembalikannya dilakukan secara baik, Kampul optimistis lembaga Florete mengalami kemajuan setiap tahunnya.
Kampul berkata, lembaga yang memiliki anggota 7.633 orang ini, juga memiliki nilai tambahnya. Kehadirannya dapat memajukan kehidupan sosial ekonomi anggota secara inklusif.
Dengan berkoperasi, anggota dapat mengatur ekonomi rumah tangganya secara baik.
“Mulai hemat pengeluaran. Dan, yang paling penting lagi bagaimana kita memanfaatkan Florate ini untuk kegiatan usaha kecil menengah,” ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai, Frederikus Inasio Jenarut mengatakan, roh koperasi berada pada simpan pinjam.
Tentunya, kewajiban pengembalian juga menjadi sangat penting. Karenanya, koperasi bisa hidup.
“Karena berkembangnya lembaga koperasi itu tergantung pada proses putaran simpan dan pinjam,” tuturnya.












