Bupati Ngada Dorong Kopdit Sangosay Perkuat Peran dalam Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Menurut dia, salah satu peluang yang bisa digarap anggota Kopdit Sangosay adalah menjadi supplier bahan baku seperti buah dan sayur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngada.

Bajawa, Ekorantt.com – Bupati Ngada, Raymundus Bena, mendorong Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay agar ikut terlibat dalam menggerakkan ekonomi rakyat, antara lain mendorong anggotanya terlibat dalam kegiatan dan usaha produktif.

“Jika lembaga keuangan seperti Kopdit Sangosay ikut menggerakkan ekonomi rakyat, saya pikir kami pemerintah tidak terlalu kesulitan,” ujar Raymundus saat membuka kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Kopdit Sangosay di Aula MBC Kota Bajawa, Selasa, 17 Maret 2026.

Menurut dia, salah satu peluang yang bisa digarap anggota Kopdit Sangosay adalah menjadi supplier bahan baku seperti buah dan sayur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngada.

Hingga kini, lanjut Raymundus, terdapat sekira 40 dapur MBG di Kabupaten Ngada. Dari total tersebut, setidaknya ada sembilan dapur yang kesulitan bahan baku.

“Saya pikir ini bisa diambil anggota dengan pembiayaan dari koperasi,” katanya.

Dalam perjalanannya sebagai koperasi kredit, ia mengapresiasi komitmen dan inovasi Kopdit Sangosay, salah satunya melalui penyediaan pinjaman mikro bagi pedagang pasar, yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya para pedagang.

“Saya juga mengapresiasi komitmen Kopdit Sangosay yang selalu berkomitmen beradaptasi dengan perkembangan zaman, salah satunya digitalisasi produk,” ucap Raymundus.

Ia juga mengingatkan agar momentum RAT tidak saja dijadikan rutinitas tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi, koreksi, dan komitmen untuk membawa Kopdit Sangosay ke arah yang lebih baik.

Raymundus kemudian mengingatkan agar pengurus dan menajemen untuk menjaga profesionalitas dan integritas dalam pengelolaan koperasi. Hal ini tentu saja penting agar koperasi bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Menurutnya, koperasi yang kuat adalah koperasi yang dipercaya oleh seluruh anggota. “Hal itu akan menjadi kekuatan utama.”

“Kalau anggota tidak percaya, tentu koperasi ini tidak kuat,” ujarnya.

Untuk itu, Raymundus berharap agar RAT bisa melahirkan keputusan-keputusan yang bijak untuk kebaikan koperasi di masa yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Kopdit Sangosay, Petrus E.Y Ngilo Rato mengatakan, Kopdit Sangosay menyiapkan pinjaman bagi pelaku usaha seperti pedagang dan petani. Pinjaman itu disebut tipe 23.

“Ini pinjaman untuk pedagang sayur kita yang biasa jual sayur di pasar, besarannya dua hingga tiga juta,” kata Petrus.

Selain untuk meningkatkan ekonomi anggota, ia mengaku pinjaman itu bertujuan untuk mencegah menjamur lembaga pinjaman dengan bunga tidak ramah.

Petrus menegaskan bahwa Kopdit Sangosay tidak menjanjikan kesejahteraan anggota secara instan, melainkan melalui proses yang bertahap dan berkelanjutan.

“Makanya kita harus mulai menabung sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi besar,” katanya.

Perjalanan Kopdit Sangosay, kata dia, berawal dari bawah. Setelah melalui sejumlah proses, Kopdit Sangosay bisa bertumbuh besar seperti saat ini.

TERKINI
BACA JUGA