Maumere, Ekorantt.com – Sebanyak lima ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog Maumere habis terjual hanya dalam kurun waktu beberapa jam setelah pasar murah dibuka pada Selasa, 17 Maret 2026.
Pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sikka itu berlangsung di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan.
“Antusiasme warga sangat tinggi dengan harga beras terjangkau dalam hitungan menit ludes terjual,” ujar Asisten Manager Operasional Perum Bulog Kantor Cabang Maumere, Nursaida Syarifudin Kepada Ekora NTT.
Ia mengatakan, stok beras tersedia 700 ton, dengan rencana tambahan 500 ton yang masih dalam perjalanan. Jenis yang tersedia adalah beras Premium Setra Ramos dan beras Medium SPHP dengan kemasan lima kilogram.
Gula pasir tersedia enam ton dan minyak goreng Minyakita tersedia 105.000 liter. Stok yang tersedia di gudang Bulog untuk ketahanan pangan tiga bulan ke depan hingga Juni 2026.
Harga jual dari Bulog ke mitra Bulog, beras SPHP seharga Rp11.300 per kilogram. Beras Premium Rp15.100 per kilogram. Minyakita Rp15.400 per liter dan gula pasir Rp17.800.
“Harga Minyakita dari mitra Bulog ke konsumen Rp15.700 tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” kata Nursaida.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Asterius Moang Pagat mencatat data komoditas yang dijual di pasar murah berupa beras SPHP Bulog lima kilogram dijual seharga Rp60 ribu, gula pasir satu kilogram dijual seharga Rp18 ribu.
Komoditas lainnya seperti ayam pedaging satu ekor berat 2,5 kilogram dijual seharga Rp65 ribu, telur ayam satu papan Rp63 ribu, bawang merah satu kilogram Rp35 ribu, dan bawang putih satu kilogram Rp35 ribu.
“Total penjualan, beras SPHP sebanyak lima ton, gula pasi 135 kilogram, ayam pedaging 60 ekor, telur 11 ikat, bawang merah 74 kilogram, bawang putih 81 kilogram, dan minyak goreng 96 liter,” kata Asterius.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Sikka, Yohanes Brekmans mengatakan, kegiatan ini berkolaborasi dengan distributor seperti PT Mitra Usaha Flores, Bulog Maumere, dan beberapa distributor di Sikka.
“Antusiasme warga sangat tinggi, stok komoditas yang dijual langsung habis diserbu warga, kita harapkan kegiatan ini terus berlanjut untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi,” ujarnya.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi mengatakan, gerakan pangan murah bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Gerakan pangan murah ini didukung oleh pemerintah melalui Perum Bulog Maumere terutama beras SPHP dan gula pasir.
Simon mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan penimbunan terhadap ketersediaan sembako, karena stok dan harga relatif stabil.
Menurut pengamatannya saat inspeksi mendadak (Sidak) di kegiatan pasar murah, antusiasme warga sangat tinggi terhadap pasar murah dan bahan pokok.
“Saya melihat warga cukup panjang untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok. Ke depan kita akan terus bekerja sama dengan Bulog Maumere untuk melakukan operasi pasar murah,” ujar Simon.
Warga Kelurahan Waioti, Maria mengaku senang adanya pasar murah membantu mendapatkan bahan pokok dengan harga murah
“Di pasar, telur ayam satu papan dijual Rp65 ribu. Beras satu kilogram dijual seharga Rp14-16 ribu. Ada pasar murah, saya langsung beli beras SPHP dua karung Rp120 ribu dengan telur ayam dua papan Rp126 ribu,” ujarnya.
Maria berharap, kegiatan pasar murah tidak hanya diadakan setiap momen hari besar keagamaan, tetapi dilakukan sebulan sekali.












