Bajawa, Ekorantt.com – Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay menyalurkan Rp212 miliar lebih pinjaman pada tahun 2025 untuk mendukung usaha produktif anggota. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 198 miliar lebih.
General Manager Kopdit Sangosay, Siprianus Seka menerangkan secara rasio distribusi pinjaman menyasar kepada 39.603 orang dari total anggota 171.884 orang atau 23,04 persen.
“Kondisi ini menggambarkan secara jelas minat anggota memanfaatkan pinjaman mengalami peningkatan,” ujar Siprianus pada Selasa, 17 Maret 2026.
Menurutnya, suku bunga pinjaman lebih rendah serta standar pinjaman yang mudah dan cepat membuat anggota banyak mengakses pinjaman di Kopdit Sangosay.
Meskipun mengalami peningkatan, Siprianus tetap berkomitmen untuk terus mempromosikan layanan pinjaman kepada anggota.
“Pelayanan lebih cepat, mudah, tepat sasar, tidak manipulatif, serta mendukung usaha produktif anggota,” katanya.
Siprianus menambahkan, peningkatan pinjaman produktif berdampak pada menurunnya angka kredit macet. Pada tahun 2024 angka kredit macet sebesar 1,52 persen, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 1,07 persen.
Ia melanjutkan, total aset Kopdit Sangosay sebesar Rp1,463 triliun di tahun buku 2025. Angka ini mengalami kenaikan bila dibandingkan pada tahun 2024 lalu yang mencapai Rp1,3 triliun. Pada tahun buku 2025 naik sebesar Rp155 miliar atau 11,91 persen.
Kopdit Sangosay didirikan pada 28 Mei 1983 di Bajawa, Flores, NTT oleh Yayasan Pendidikan Ngada (Yasukda) untuk membantu guru dan karyawan mengatasi kesulitan ekonomi.
Awalnya beranggotakan 67 orang, kini Sangosay tumbuh pesat menjadi salah satu koperasi besar di NTT yang melayani berbagai lapisan masyarakat. Hingga kini, Kopdit Sangosay memiliki 34 kantor cabang yang tersebar di daratan Flores, Lembata, Sumba dan Timor.
Siprianus merincikan, dari total tersebut 19 cabang berada di Pulau Flores dan Lembata, enam cabang berada di Pulau Sumba dan sembilan cabang berada di daratan Timor.
“Kita juga membuka 103 pos pelayanan yang ada di wilayah kerja Kopdit Sangosay,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Mikael Henkoda Jawa menyampaikan apresiasi atas kinerja pengawas, pengurus, manajemen dan anggota yang telah melakukan kolaborasi dan sinergi untuk mendongkrak pertumbuhan anggota dan usaha Kopdit Sangosay.
“Di mana pertumbuhan anggota dan aset selaras dalam dua tahun terakhir,” ujar Mikael.
Ia berkata, Kopdit Sangosay menjadi koperasi kredit terbesar yang ada di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri. Koperasi yang berbasis di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ini pun dianggap menjadi teladan bagi koperasi lain.
Mikael berharap Kopdit Sangosay terus menjaga tata kelola manajemen dan keuangan yang baik.












