Jaga Tradisi Toleransi, Pemuda Kristen Amankan Salat Idul Fitri di Ende

Para pemuda Kristen bersama TNI dan Polri melakukan pengamanan di sejumlah titik salat Idul Fitri yang dijalankan oleh umat muslim di Kabupaten Ende.

Ende, Ekorantt.comPuluhan pemuda Kristen ikut terlibat dalam pengamanan salat Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Ende pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Para pemuda Kristen bersama TNI dan Polri melakukan pengamanan di sejumlah titik salat Idul Fitri yang dijalankan oleh umat muslim di Kabupaten Ende.

“Kami dari pemuda Kristen, dari pemuda Syalom Ende ditugaskan untuk membantu pengamanan dalam salat Id atau salat Idul Fitri,” kata Augusto Putra Crysip Lugi, salah satu pemuda GMIT Syalom Ende kepada Ekora NTT saat melakukan pengamanan  salat Id di Lapangan Pancasila Ende.

Selain memastikan keamanan, pemuda Kristen juga ikut membantu dalam mengatur lalu lintas serta area parkiran.

Menurut Lugi, partisipasi pemuda Kristen dalam pengamanan salat Id sebagai bentuk tanggung jawab moral antarsesama umat beragama. Ia berharap perayaan salat Id berjalan dengan baik dan lancar.

“Hari pertama itu hari pertama salat Id, khusus untuk Muhammadiyah telah dijaga oleh teman-teman kami kemarin dan hari ini dijaga oleh kami untuk yang umum,” jelasnya.

Ia mengaku kebiasaan tersebut telah berlangsung lama dan menjadi tradisi tahunan. Setiap ada kegiatan umat Muslim, seperti salat Id, Pemuda GMIT turut berpartisipasi membantu pengamanan jalannya ibadah.

Sebaliknya, saat umat Katolik merayakan Natal dan Paskah, mereka bersama pemuda Muslim juga melakukan pengamanan.

“Harapan saya terhadap semua pemuda lintas agama yang ada di Ende untuk tetap menjaga sikap toleransi antarumat beragama yang sudah diwariskan sejak lama,” kata Lugi.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PBHI) Kabupaten Ende, Lukman Pua Rangga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemuda lintas agama yang sudah berpartisipasi dalam pengamanan kegiatan salat Id.

Menurutnya, keterlibatan para pemuda lintas agama merupakan sebuah kekayaan yang harus dijaga dan dipupuk di Kabupaten Ende.

“Karena ini adalah semacam cikal bakal adanya nilai toleransi,” kata Lukman.

Ia mengatakan, sebagai kota rahimnya Pancasila, masyarakat Ende sudah menjadi sebuah keharusan untuk bersama-sama menjaga nilai nilai toleransi antarumat beragama.

Ia berharap agar nilai toleransi yang sudah menjadi kekayaan masyarakat kabupaten Ende tidak mudah dihancurkan oleh hal-hal kecil. Ke depannya, bila ada kegiatan agama apapun seperti perayaan Natal, umat dan pemuda Muslim bisa menjaga rumah ibadah.

Lukman mengungkapkan, setidaknya terdapat sembilan titik pelaksanaan salat Id, yakni Lapangan Pancasila, Stadion Marilonga, Lapangan Bola Tanjung, Masjid Agung Nurul Hidayah, Masjid Babussalam, Masjid Baiturrahman Poupanda, Pondok Pesantren Walisongo, Masjid Al-Ikhlas Unewitu, dan Masjid Ar-Rahman Ipi.

“Semuanya berjalan aman, lancar, dan tertib karena memang dijaga juga oleh aparat keamanan dan pemuda gereja baik agama Katolik maupun agama Protestan,” tuturnya.

TERKINI
BACA JUGA