Maumere, Ekorantt.com – Ribuan penumpang tiba di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada puncak arus mudik H-1 Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026 malam.
Tampak penumpang membludak saat turun dari kapal. Mereka membawa barang-barang berukuran besar, menambah kesibukan petugas di area dermaga.
Salah satu penumpang KM Bukit Siguntang, Aulia berkata, dirinya memilih menggunakan transportasi kapal laut karena biayanya terjangkau.
“Harga tiket kapal diskon, jadi murah. Suasana di atas kapal ramai. Kita bawa barang banyak, jadi memilih pulang kampung menggunakan kapal laut,” ujarnya.
Aulia memanfaatkan libur kerja untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga.
“Dua tahun lalu sempat pulang kampung, tahun ini pulang lagi merayakan bersama keluarga tercinta. Menikmati ketupat dan opor ayam bersama keluarga,” kata wanita asal Waiwerang, Kabupaten Lembata ini
Kepala Pelni Cabang Maumere, Daulat Apul Gervasius Naibaho berkata, pihaknya mencatat sebanyak 1.218 penumpang yang turun dan 450 yang naik.
KM Bukit Siguntang mulai pelayaran dari Pelabuhan Nunukan, Balikpapan, Pare-Pare, Makassar dan Maumere. Dari Maumere ke Lewoleba, Kupang dan kembali lagi ke Maumere.
Menurut Apul, sudah ada enam jadwal kedatangan kapal dalam angkutan Lebaran. Kali ini menjadi puncak arus mudik dengan jumlah penumpang terbanyak yang turun di Pelabuhan Laurentius Say Maumere
“Ini puncak arus mudik karena ditandai dengan malam takbiran. Penumpang turun terbanyak dari Balikpapan dan Makassar. Penumpang naik terbanyak ke Kupang,” ujarnya.
Kata Apul, secara bersamaan pada pukul 21.30 Wita akan tiba KM Lambelu dari Pelabuhan Bau-Bau.
“Sesuai dengan manifes, penumpang yang turun 441. Sementara penumpang yang akan naik dari Maumere 538 dengan tujuan Larantuka, Bau-Bau sampai ke Nunukan,” katanya.
Pihak KSOP, Pelindo, Pelni, TNI dan Polri serta unsur maritim lainnya terus berupaya mengurangi kepadatan dengan mempercepat proses turun penumpang, mengatur lalu lintas kendaraan dan pengawasan ketat.












