Aktivis Mahasiswa Sebut Bupati Sikka ‘Pemimpin Omong Kosong’

Bupati Juventus sibuk membuat konten di media sosial ketimbang melakukan aksi nyata untuk kemajuan rakyat Kabupaten Sikka

Maumere, Ekorantt.com – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sikka – GMNI, HMI, LMND, IMM dan BEM Universitas Nusa Nipa – menggelar aksi damai mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Simon Subandi Supriyadi pada Rabu, 1 April 2026.

Mereka melakukan longmarch dari Lapangan Kota Baru hingga Kantor Bupati Sikka, dan mendatangi rumah jabatan (Rujab) Bupati Sikka. Dalam orasi, mereka menyebut Juventus dan Simon sebagai “pemimpin omong kosong.”

Wilfridus Iko, ketua GMNI Sikka mengatakan, penyebutan tersebut sangat cocok menimbang tidak ada kerja nyata keduanya sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.

“Banyak janji tapi sudah satu tahun lebih ini belum mampu untuk merealisasikannya. Setahun memimpin tapi tidak ada progres kerja nyata,” kata dia.

Menurutnya, tidak ada satu pun program yang berdampak nyata dari Janji-janji politik yang didaraskan oleh Juventus dan Simon pada Pilkada 2024.

Ketua LMND, Rian Tapson menyebut bentuk konkretnya, “infrastruktur jalan di berbagai tempat yang begitu parah, jembatan putus sehingga anak sekolah, tidak bisa ke sekolah, listrik dan jaringan di berbagai desa belum masuk.”

Rian melanjutkan, janji 100 hari kerja tidak terealisasi, seperti janji penyelesaian konflik agraria di Nangahale.

“Kemudian manajemen pengelolaan sampah yang kita lihat masih jauh dari kata baik,” ujar Tapson.

Juventus dan Simon dalam pilkada lalu menjanjikan sejumlah hal seperti 20 ribu rumah layak huni terima kunci yang kemudian berubah menjadi 3.068 keluarga miskin dengan pagu anggaran per rumah hanya Rp40 juta, program satu keluarga miskin satu sarjana, berobat ke rumah sakit hanya menggunakan KTP, penataan kota yang berkelanjutan, kenaikan insentif RT, RW, kader posyandu dan guru honorer, lalu TPP ASN dibayar penuh tiap tahun.

Janji lainnya berupa pupuk gratis bagi para petani, pembangunan infrastruktur yang berkualitas, rumah kreatif untuk anak-anak muda, melanjutkan pembangunan RS Pratama Doreng, menghidupkan kembali BUMN, serta menghadirkan investor untuk menghidupkan perekonomian Sikka. Janji-janji tersebut diucapkan Juventus dan Simon jauh sebelum Prabowo mengeluarkan kebijakan pemangkasan anggaran.

“Janji politik dari Bupati kemarin itu sangan luar biasa untuk membawa Sikka ini lebih maju ke depan sehingga masyarakat Sikka mengantarkan beliau berdua menjadi Bupati dan wakil Bupati. Tapi ternyata kosong. Itu sangat mengecewakan,” kata Tapson.

Sahdan Saputra dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), mengatakan bahwa, Juventus dan Simon punya latar belakang aktivis, tapi perilaku kepemimpinannya tak mencerminkan jiwa aktivis.

Bagi dia, masyarakat tak butuh omong banyak tapi kerja konkret. “Infrastruktur dan fasilitas publik, kesehatan dan pendidikan butuh ditangani secara serius.”

Sementara itu, Ketua HMI Sikka Andi Ashar mengatakan bahwa gagasan Maumere Baru penuh omong kosong. “Tidak ada langkah konkrit, tidak ada solusi yang jelas.”

Ia menambahkan, Bupati Juventus sibuk membuat konten di media sosial ketimbang melakukan aksi nyata untuk kemajuan rakyat Kabupaten Sikka.

Tuntutan

Aktivis mahasiswa menuntut Pemkab Sikka membangun infrastruktur dan mengadakan elektrifikasi hingga ke pelosok desa.

Selanjutnya, mereka menuntut tindak lanjut pembangunan Rumah Sakit Doreng dan pengadaan rumah kreatif untuk orang muda. Mereka juga meminta kejelasan layanan kesehatan, pembayaran biaya pengobatan melalui E-KTP hingga masyarakat yang tak terjangkau dengan BPJS Kesehatan

Selain itu, Cipayung Plus Sikka menuntut bupati mengenai 20 ribu rumah layak huni yang sampai sekarang belum terealisasi secara merata dan tepat sasaran. Mereka menuntut tindak lanjut kerja sama dengan investor demi kemajuan ekonomi daerah.

Tuntutan lain adalah Bupati Sikka mesti menaikkan gaji guru honorer, pembangunan sekolah di pelosok desa, dan transparansi pengelolaan dana pendidikan.

Aktivis mahasiswa pun mendesak Bupati Sikka segera menyiapkan armada pengangkut sampah cukup dan memperbaiki saluran drainase pusat kota mencegah banjir.

Juventus, kepada Ekora NTT pada Rabu malam, mengapresiasi semangat para mahasiswa Cipayung Plus Sikka.

“Tapi lain kali perlu tahu hari libur atau tidak, biar bisa ketemu. Kemudian etika dalam aksi yang tidak harus demo di Rujab di luar surat pemberitahuan.”

Ia juga meminta mahasiswa “harus independen, konstruktif, dan memiliki kajian yang mendalam.”

TERKINI
BACA JUGA