Pawai Paskah GMIT Dinilai Berpotensi Jadi Magnet Wisata Religi Nasional di NTT

Dampaknya pun diproyeksikan akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha melalui peningkatan aktivitas ekonomi.

Kupang, Ekorantt.com – Pengusaha di Kota Kupang, Christofel Liyanto menilai pawai Paskah Pemuda GMIT memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Event keagamaan ini dinilai bukan hanya menjadi ajang perayaan iman, tetapi juga peluang strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dengan kemasan yang menarik dan promosi yang tepat, kata dia, pawai Paskah Pemuda GMIT diyakini dapat menjadi magnet wisata religi yang mampu menarik perhatian publik nasional hingga internasional.

Dampaknya pun diproyeksikan akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha melalui peningkatan aktivitas ekonomi.

Menurut Christofel, kegiatan berskala besar seperti ini sangat positif bagi dunia usaha.

Ia bilang, semakin banyak wisatawan yang datang, maka semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di daerah.

“Sebagai pengusaha, kita melihat ini sebagai event yang bagus. Karena itu, kita para pengusaha pasti mendukung event ini,” ujar Chris di Kupang pada Senin, 6 April 2026.

Ia menambahkan, dukungan dunia usaha penting untuk memastikan event ini berkembang secara berkelanjutan dan mampu menjadi agenda nasional yang membanggakan NTT.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan pelaku usaha, Pawai Paskah Pemuda GMIT diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu ikon pariwisata daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua Pemuda Sinode GMIT, Ernes Blegur mengapresiasi langkah Pemprov NTT dan Pemkot Kupang mendukung inisiasi dari GMIT menjadikan Pawai Paskah Pemuda GMIT sebagai even berskala nasional

Menurutnya, dengan dijadikan sebagai even religi berskala nasional seperti Semana Santa di Folres Timur, Pawai Paskah Pemuda GMIT mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di NTT.

Ia mengharapkan event ini menjadi langkah selanjutnya bagi para peziarah wisata religi Semana Santa untuk selanjutnya mengikuti kegiatan pawai Paskah Pemuda GMIT yang dikemas dengan tiga prosesi yakni Prosesi Damai, Prosesi Galilea, Prosesi Paskah atau Pawai Paskah dan Expo UMKM.

“Orang selesai Semana Santa jangan pulang dulu. Kita sambut menyaksikan seluruh prosesi Galilea yang melibatkan para nelayan dari umat muslim,” ujarnya.

Ernes berharap adanya dukungan dan juga kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Pemkot dan juga Pemerintah Kabupaten untuk mendukung penuh agar kegiatan ini bisa jadi salah dari even religi nasional.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menilai Pawai Paskah Pemuda GMIT memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata religi di Indonesia Timur.

Selain memperkuat nilai-nilai iman dan persaudaraan, kegiatan ini juga diyakini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata.

“Kita ingin pawai Paskah GMIT ini menjadi ikon Kota Kupang, seperti event-event besar keagamaan lainnya yang sudah dikenal secara nasional,” tegasnya.

Pawai Paskah GMIT merupakan tradisi tahunan yang digelar oleh Pemuda Sinode GMIT dan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

TERKINI
BACA JUGA