Larantuka, Ekorantt.com- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 8 April 2026 malam.
Puluhan rumah warga hingga fasilitas umum seperti gedung sekolah rusak akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan laporan BMKG, setidaknya terjadi lima gempa dengan pusatnya berada 24 kilometer tenggara Larantuka, tepatnya di antara Pulau Solor dan Adonara. Gempa pada kedalaman laut 10 kilometer itu disebut tak berpotensi tsunami.
Data sementara yang dihimpun, kerusakan rumah paling banyak terjadi di Desa Terong dan Lamahala, Kecamatan Adonara Timur. Ada pula laporan kerusakan ruang sekolah di Desa Lamakera, Kecamatan Solor Timur.
Neneng Ratuloli (24), Warga Desa Terong, mengaku dua orang terluka akibat terkena reruntuhan dinding rumah. Warga tak tidur semalaman. Mereka bahkan mengalami guncangan hingga belasan kali.
Menurutnya, gempa terjadi berulang kali dan dalam jeda waktu singkat. Diperkirakan lebih dari 40 rumah pada tiga dusun di Desa Terong yang mengalami kerusakan berat.
“Di sini ada tiga dusun, lebih banyak kerusakan rumah, di satu dusun saja sudah hampir 30 rumah. Belum terhitung lagi di dua dusun,” ujarnya kepada Ekora NTT, Kamis, 9 April 2026 pagi.
Gempa pertama terasa pada pukul 00.15 Wita. Warga berhamburan menyelamatkan diri. Guncangan hebat dan dahsyat itu masih terasa hingga pagi tadi, sekitar pukul 10.10 Wita.
“Yang gempa pertama itu yang paling besar. Sejak malam sudah belasan kali. Beberapa menit yang lalu juga masih gempa,” ungkapnya.
Warga saat ini masih mengamankan diri di lokasi terbuka. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk mengungsi sementara waktu.
Gempa pukul 00.15 tengah malam bahkan terasa hingga puluhan kilometer ke barat, termasuk di wilayah Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang.
Kepala BPBD Flores Timur, Fredy Moat Aeng, belum merespons saat hendak diwawancara soal langkah-langkah cepat dalam penanganan warga terdampak, termasuk data riil kerusakan rumah dan fasilitas umum (fasum).
FOTO
Rumah warga di Adonara, Flores Timur, rusak akibat gempa. Gempa pada Rabu, 8 April 2026 malam itu mengakibatkan dua orang mengalami luka.













