Petani Kopi Suitbertus Amandus Bidik Pasar New Zealand

"Kami telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak dari New Zealand untuk pasokan kopi Arabika," tutur Amandus saat panen kopi Arabika yang berlokasi di wilayah Nilo, Desa Wuliwutik, Jumat, 10 April 2026.

Maumere, Ekorantt.com – Kopi Arabika milik Suitbertus Amandus, petani asal Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, akan dipasarkan di Negara New Zealand atau Selandia Baru.

“Kami telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak dari New Zealand untuk pasokan kopi Arabika,” tutur Amandus saat panen kopi Arabika yang berlokasi di wilayah Nilo, Desa Wuliwutik, Jumat, 10 April 2026.

Ia berkata, investor dan ahli dari New Zealand telah datang langsung ke lokasi untuk mengecek kualitas kopi dan memberikan presentasi mengenai standar produksi yang baik.

Mereka datang untuk memastikan kopi yang dihasilkan memiliki standar internasional sebelum dilepas ke pasaran.

“Dan kopi di kebun untuk memastikan standarnya dan kopi Arabika ini layak, kami sudah kerja sama,” kata Amandus.

Di lahan seluas 10 hektare, Amandus dan pekerja memetik secara manual. Hanya buah yang berwarna merah ranum (cherry) yang dipetik.

“Kami memilah secara saksama untuk menjaga integritas biji. Hanya kualitas terbaik yang kami ambil agar sesuai dengan standar pasar global,” ujar Amandus.

Amandus mengatakan, panen kopi ini merupakan tahun kedua panen sejak penanaman massal dimulai pada tahun 2024 lalu.

“Kami sudah panen sebanyak dua kali di atas lahan seluas 10 hektare ini, sejak penanaman awal pada tahun 2024,” jelas Amandus.

Amandus berkomitmen menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan menyiapkan teknik budi daya yang cerdas.

Sebelum menanam kopi pada tahun 2024 lalu, ia terlebih dahulu menanam pohon Mahoni sebagai pelindung (naungan).

Strategi ini terbukti ampuh. Daun mahoni yang gugur dan membusuk menjadi pupuk organik alami yang menyuburkan tanah merah di wilayah tersebut.

“Ratusan ton daun mahoni yang gugur berubah menjadi nutrisi bagi tanah saat terkena hujan. Inilah rahasia kesuburan kebun kami,” jelasnya.

Melihat potensi ekonomi yang sangat menjanjikan, Amandus mengajak masyarakat Sikka untuk tidak ragu membudidayakan kopi Arabika. Menurutnya, harga pasar saat ini sangat menguntungkan petani.

“Dan yang terpenting, pembeli dari luar negeri sudah siap menampung hasil panen kita. Ini peluang emas untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

TERKINI
BACA JUGA