Ruteng, Ekorantt.com – Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, Pastor Ledobaldus Roling Mujur mengatakan, kampus Unika Santu Paulus Ruteng merupakan lembaga pendidikan terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya.
Menurut Pastor Ledobaldus, keberagaman justru menjadi kekuatan utama dalam membangun kampus yang inklusif dan berdaya saing.
“Silaturahmi adalah pintu pertama. Tanpa silaturahmi yang tulus, mustahil kita membangun sinergi yang kuat,” ujarnya saat kegiatan Halal Bihalal di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 pada Jumat, 10 April 2026.
Pastor Ledobaldus pun mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada momentum silaturahmi, tetapi melanjutkannya dalam bentuk sinergi konkret di berbagai bidang.
Kegiatan yang bertajuk “Dari Silaturahmi Menuju Sinergi: Membangun Kampus yang Inklusif dan Harmonis” ini menghadirkan civitas akademika.
Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Pastor Agustinus Manfred Habur mengatakan, Halal Bihalal tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat persaudaraan dalam keberagaman.
Karena itu, silaturahmi sangat penting sebagai langkah awal membangun relasi yang tulus di lingkungan kampus.
“Silaturahmi adalah langkah awal kita untuk saling membuka diri. Dengan saling memaafkan, kita meruntuhkan tembok prasangka dan membangun jembatan empati,” tegasnya.
Ia berkata, mahasiswa dan civitas akademika Muslim merupakan bagian integral dari keluarga besar kampus yang memperkaya dinamika intelektual dan spiritual.
Perwakilan mahasiswa Muslim, Muhamad Isnaini, menyoroti pentingnya nilai kemanusiaan sebagai dasar kerja sama lintas iman.
Ia mengajak seluruh elemen kampus untuk menjadikan perbedaan sebagai titik temu, bukan sumber perpecahan.
“Kita tidak sedang mencari titik perbedaan, melainkan mencari titik temu untuk bersama-sama membangun peradaban pendidikan,” ujarnya.
Isnaini menambahkan, sinergi yang terbangun di kampus merupakan bentuk kolaborasi aktif yang melampaui sekadar toleransi pasif.
Ros, mahasiswa Muslim Unika Santu Paulus Ruteng yang lain mengungkapkan pengalaman positif selama menempuh pendidikan di lingkungan kampus.
Mereka merasakan suasana yang inklusif, penuh penghargaan, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
“Kami sebagai mahasiswa Muslim merasa diterima dengan baik di lingkungan kampus yang penuh toleransi,” kata Ros.
Ia berharap semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap perbedaan terus dipertahankan sebagai identitas kampus.













