Maumere, Ekorantt.com – Badai rob menerjang talud pembatas jalan di sepanjang pantai utara, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka hingga roboh karena masuknya air laut ke daratan.
Pantauan Ekora NTT pada Kamis (18/7/2020) pagi, selain talud yang jebol, jalanan pun penuh dengan batu dan pasir yang terhempas dari bibir pantai.
Akibat badai rob ini sejumlah kendaraan baik roda dua dan empat tampak antre untuk saling memberikan kesempatan melewati kondisi badan jalan yang tergenang air laut.
Yul Lejo, sopir angkutan pedesaan jurusan Magepanda-Maumere mengakui keadaan badan jalan ini kalau tidak segera ditangani bisa mengganggu mobilitas warga.
“Kami yang sopir ini rasa terganggu sekali Pak dengan kondisi badan jalan seperti ini. Kiranya bisa ditangani kalau tidak terhambat sekali,” demikian kata Yul Lejo.
Benediktus Lukas Raja, anggota DPRD Sikka asal Magepanda meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk memperhatikan jalan lintas utara Flores yang selama ini belum serius diperhatikan.
“Sebagai anggota DPRD Sikka asal Magepanda saya meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk segera memperhatikan kondisi ini. Untuk tanggap daruratnya kita akan minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera turun ke lokasi melihat kondisi badan jalan ini,” demikian ujar Dicky Raja
Badai rob di Kabupaten Sikka sendiri sudah ditetapkan oleh Bupati Robi Idong sebagai bencana daerah saat mengunjungi warga di Kampung Bebeng, Kelurahan Wolomarang yang terkena badai rob pada Minggu (7/6/2020).
“Kita tetapkan sebagai bencana daerah biar ada penanganan cepat dan tuntas,” kata Bupati Robi.











