Maumere, Ekorantt.com – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik menjawab cita-cita dan kerinduan masyarakat Palue akan hadirnya sebuah lembaga pendidikan tingkat SMA.
Dua tahun silam, tepatnya 20 Desember 2018, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada SMA St. Benedictus Palue untuk menjadi Sekolah Menengah Agama Katolik dengan izin operasional Taman Seminari Ave Maria Bintang Laut Uwa Palue.
SMAK St. Benedictus Palue lahir melalui keputusan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Nomor 1.712 tahun 2018 dan bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Nusa Lu’a yang beralamat di Desa Maluriwu.
Ketua Yayasan Nusa Lu’a, Gande Ware kepada Ekora NTT Rabu 30 September 2020 menjelaskan, SMAK St. Benedictus didirikan tanggal 18 April 2018. Sekarang sudah masuk tahun kedua dengan jumlah peserta didik 137 orang, dibagi dalam 6 rombongan belajar. Tenaga guru berjumlah 20 orang dan kini dinakhodai oleh Romo Aleksius Luna, Pr.
“Latar belakang berdirinya SMAK St. Benedictus agar dapat menekan jumlah drop out siswa yang berasal dari Pulau Palue. Juga mencerdaskan generasi muda Palue dengan semboyan 100 % Indonesia, 100 % Pancasila dan 100 % Katolik,” jelas Ware.
Ware mengakui kehadiran SMAK St. Benedictus merupakan jawaban kerinduan masyarakat Palue. Tak heran bila masyarakat sangat antusias dan mendukung kehadirannya.
Dikatakan pula kegiatan belajar mengajar menggunakan gedung SMPK Rokatenda Palue. Dengan dana sekitar 1 miliar lebih dari Kementerian Agama, pembangunan gedung baru SMAK St. Benedictus dilaksanakan sejak 8 September 2020 lalu. Rencananya gedung baru memiliki 6 ruangan dan 4 unit MCK .
Yuven Fernandez













