Mbay, Ekorantt.com – Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake mengatakan sub sektor peternakan mempunyai peran yang sangat penting untuk mengangkat derajat perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya untuk petani di pedesaan.
Menurut Ayodhia, usaha peternakan di NTT adalah usaha yang multi-fungsi, yakni secara ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Karena itu pembangunan sub-sektor peternakan mempunyai arti penting bagi pembangunan pedesaan. Juga sebagai elemen penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
“Karena sebagian besar penduduk miskin tinggal di pedesaan dan bermata pencaharian dari berusaha tani dan beternak,” jelas Ayodhia saat memberikan kuliah umum di Politeknik St. Wilhelmus yang berlokasi di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Jumat, 10 November 2023.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan berbagai upaya dalam pengembangan peternakan, terutama untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan pangan asal hewan yang adil dan sejahtera.
“Sejak tahun 2018-2023 Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan berbagai upaya pengembangan peternakan dengan spirit ‘peternak bangkit peternak sejahtera’ dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan pangan asal hewan menuju masyarakat mandiri, adil dan sejahtera,” kata Ayodhia.
“Beberapa capaian pembangunan peternakan tahun 2018-2023 yang difokuskan pada pembibitan ternak, agribisnis dan kelembagaan, kesehatan hewan serta prasarana dan sarana peternakan,” imbuh dia.
Sebab itu, dalam paparan materinya, Ayodhia Kalake memberikan semangat dan motivasi kepada mahasiswa yang hadir.
Ia meminta para mahasiswa untuk tidak takut dengan jurusan yang sudah dipilih, baik pertanian maupun peternakan.
“Mungkin kalian akan merasa tertinggal di dalam kehidupan karena sebelum orang membuka laptop pasti ia harus makan,” katanya.
Para mahasiswa menurut dia, tidak perlu takut tentang masa depan. Sebab sebetulnya masa depan yang cerah ada di depan mata, tinggal memanfaatkan potensi dan kesempatan dengan baik dan cerdas sehingga menjadi bagian dari sebuah kemajuan.
Senada, Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do berharap agar para mahasiswa memiliki jiwa kompetitif dan sebisa mungkin memiliki mini project yang dimulai dari bangku pendidikan.
Menurut dia, orang-orang muda harus punya jiwa kompetitif. Sebab itu, kalau bisa sejak semester III, para mahasiswa sudah memiliki mini project.
Bakat dan keterampilan yang ada tentu saja merupakan bekal ketika mahasiswa sudah tamat.
“Sudah tertanam dalam diri jiwa usahanya atau entrepreneurship. Saya juga berharap kalau bisa setelah tamat, mereka sudah punya kerja sama dengan lembaga baik bank maupun non bank yaitu koperasi untuk bisa membuka sebuah usaha agar mampu mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Bupati Don Bosco.
Terima Kasih
Pada kesempatan yang sama, Direktur Politeknik St. Wilhelmus Frederikus Lena Djago, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Penjabat Gubernur NTT untuk memberikan kuliah umum di lembaganya.
Kehadiran Penjabat Gubernur NTT bagi Frederikus, merupakan sebuah kebanggaan besar untuk Politeknik St. Wilhelmus.
“Karena di tengah kesibukannya, jauh-jauh datang ke kampus ini. Bagi segenap civitas akademika Politeknik St. Wilhelmus, kunjungan Bapak (Penjabat Gubernur NTT) merupakan suatu bentuk peneguhan kami terlebih bagi para mahasiswa yang menempuh pendidikan di tempat ini,” katanya.
Ia berharap kuliah umum tersebut membawa dampak bagi kemajuan proses pembelajaran dan pengembangan lembaga pendidikan Politeknik St. Wilhelmus.
Kuliah umum, sambung dia, merupakan bentuk pendidikan dan pencerahan untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang berbagai topik dan isu-isu yang terdapat dalam masyarakat.
Frederikus yakin kehadiran Penjabat Gubernur NTT akan membagikan hal-hal yang sangat berarti bagi Politeknik St. Wilhelmus.












