Demam Babi Afrika Menyebar di Delapan Kecamatan di Sikka

Sejak Oktober 2024 hingga pekan ketiga Februari 2025, total kasus babi mati mencapai 383 ekor.

Maumere, Ekorantt.com – Kasus kematian babi yang diduga akibat Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) telah menyebar di delapan kecamatan di Kabupaten Sikka, menyusul kematian 17 ekor babi di Kecamatan Bola pada Februari 2025.

Sejak Oktober 2024 hingga pekan ketiga Februari 2025, total kasus babi mati mencapai 383 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Jemi Sadipun pada Senin, 24 Februari 2025, mengakui bahwa kasus kematian babi masih terus berlangsung selama kesadaran masyarakat mencegahnya masih minim. Himbauan dan sosialisasi sudah dilaksanakan berulang kali di berbagai tempat.

Penyakit demam babi muncul di Sikka sejak empat tahun lalu dan belum lenyap sampai sekarang. Usaha pencegahan hanya bisa diakukan penerapan biosecurity yang ketat.

Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melaporkan kasus kematian babi terbanyak di Kecamatan Talibura 128 ekor, Kecamatan Alok Barat 115 ekor, Kecamatan Palue 85 ekor, Bola 17 ekor, Alok 14 ekor, Kangae 10 ekor, Nita enam ekor, dan Kecamatan Magepanda tiga ekor.

Pemeriksaan demam babi di Sikka menggunakan Loop Mediated Ishotermal Amplification (LAMP) bantuan pemerintah Australia tahun lalu diterima mantan Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi.

Salah satu dari tiga jenis LAMP ditempatkan di Laboratorium Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, satu unit di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dan satu unit lagi ditaruh di Kupang.

“LAMP bisa mendeteksi semua penyakit ternak termasuk ASF ini. Kita bisa dapat karena heboh kasus ASF lima tahun lalu,” kata Jemi.

Penyerahan tiga alat melalui program Australia Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes Through Support for Markets in Agriculture (Pirsma) dan program kemitraan Australia Indonesia untuk ketahanan kesehatan (AIHSP).

Penulis: Eginius Moa

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img