Pergantian Kepengurusan Yayasan Sanpukat Maumere Dorong Kepemimpinan Transformatif

Romo Gabriel Manek yang memimpin Sanpukat sebelumnya diganti oleh Romo Yulius Heribertus, untuk masa jabatan 2025-2030.

Maumere, Ekorantt.com – Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Sanpukat) Kabupaten Sikka melakukan pergantian kepengurusan dan sejumlah kepala sekolah yang bernaung di bawahnya.

Romo Gabriel Manek yang memimpin Sanpukat sebelumnya diganti oleh Romo Yulius Heribertus, untuk masa jabatan 2025-2030.

Para kepala sekolah yang dilantik yakni Romo Emilianus Reginius Dedyson menjabat Kepala SMA Seminari BSB, Romo Mario Stefano da Cunha sebagai Kepala SMP Seminari BSB, Romo Raymundus Minggu sebagai Kepala SMA John Paul II, dan Sr Sisilia Fatima Rinduh SSpS sebagai Kepala SMK Elizabeth Lela.

Pelantikan serta serah terima jabatan dilakukan dalam perayaan Ekaristi di halaman sekolah SMAK St. John Paul II, Maumere, Senin, 28 Juli 2025, dengan tema “Pemimpin Transformatif: Setia Mengabdi, Tangguh Memimpin, Wujudkan Perubahan.”

Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, dalam kotbahnya, mengatakan bahwa menjadi pemimpin tak cukup hanya berkutat pada hal-hal administratif. Mereka mesti hadir sebagai pemimpin yang transformatif “yang membangun arah, bukan sekadar mengikuti arus, sebagai penyala semangat, bukan sekadar pengatur kegiatan.”

“Kepala sekolah dipanggil bukan hanya untuk memegang jabatan, tetapi jiwa yang hidup dalam perutusan ini dengan integritas dan pengabdian,” kata Uskup Ewaldus.

Uskup Ewaldus menekankan agar kepala sekolah sungguh menjadi teladan hidup, bukan dengan kata-kata semata, melainkan dengan cara hidup yang menjunjung tinggi moral dan etika. Ia mengajak mereka untuk meneladani kepemimpinan Yesus Kristus.

Ia berharap, ketua yayasan dan kepala sekolah yang dilantik menjadi pewarta harapan yang membawa terang kepada peserta didik.

Ketua Yayasan Sanpukat baru, Romo Yulius mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan Sanpukat sebagai rumah bersama yang penuh energi positif bagi sekolah-sekolah di bawah naungannya.

Sanpukat menaungi 165 lembaga pendidikan, yakni 4 SMAK (Sekolah Menengah Atas Katolik), 14 SMPK (Sekolah Menengah Pertama Katolik), 117 SDK (Sekolah Dasar Katolik), dan 46 TKK (Taman Kanak-kanak Katolik).

“Semoga semua lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Sanpukat benar-benar merasakan energi positif, sehingga yayasan ini bukan hanya menjadi payung yang menaungi tetapi sungguh memberdayakan,” kata Romo Yulius.

Ia berharap, semua jajaran dapat bekerja sama demi terwujudnya kepemimpinan transformatif ke depan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriyadi mengatakan bahwa Sanpukat telah berkontribusi bagi pendidikan Flores, terutama di wilayah Kabupaten Sikka.

Simon menyinggung program satu kepala keluarga satu sarjana, yang ia bersama Bupati Juventus Prima Yoris Kago gaungkan sejak masa kampanye kali lalu.

“Pemda sedang menggodok Perda-nya, dan kita nanti akan mengalokasikan juga ke Stikes Elisabeth dan Politeknik Cristo Re,” kata Simon. Kedua kampus yang ia sebutkan itu berada di bawah naungan yayasan milik Keuskupan Maumere.

Simon mendorong agar lembaga pendidikan bukan hanya menyibukkan diri pada hal-hal administratif, tetapi mesti menjadi garda terdepan untuk transformasi diri peserta didik.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img