Longsor Tutup Ruas Jalan Were-Boba, Enam Desa di Selatan Ngada Terisolir

“Material longsor sebagian besar terdiri dari batu sehingga masyarakat kesulitan untuk melakukan pembersihan secara manual," kata Yohanes saat dihubungi wartawa Ekora NTT, Selasa.

Bajawa, Ekorantt.com – Material longsor menutup ruas jalan Were-Boba, tepatnya di Wolongizu, Desa Boba 1, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT pada Selasa, 29 Juli 2025 sekitar pukul 08.00 Wita. Akibatnya, enam desa yang terletak di wilayah selatan terisolir.

Kepala Desa Boba 1, Yohanes Don Bosco Wewe, mengatakan bahwa keenam desa tersebut yakni Desa Boba 1, Desa Boba, Desa Watusipi Bawah, Desa Watusipi, Desa Wogowela, dan Desa Bawarani.

“Material longsor sebagian besar terdiri dari batu sehingga masyarakat kesulitan untuk melakukan pembersihan secara manual,” kata Yohanes saat dihubungi wartawa Ekora NTT, Selasa.

Ia mengatakan pembersihan material longsor memerlukan alat berat. Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten segera terjun ke lokasi.

Yohanes memperkirakan ekonomi masyarakat terancam lumpuh bila material longsor tidak segera dibersihkan. Masyarakat tidak bisa menjual hasil pertanian ke kota Bajawa.

“Kita minta pemerintah segera turunkan alat berat. Ini kalau tidak segera dibersihkan masyarakat tidak bisa jual hasil pertanian dan hasil tangkapan nelayan tidak bisa dijual, akhirnya ikan busuk semua,” katanya.

Ia mengaku peristiwa serupa kerap terjadi setiap tahun karena mayoritas tebing berisi lapisan batu.

“Ini bukit batu. Kalau musim hujan bukitnya padat. Tapi kalau musim panas batu-batu ini terpisah dari yang lain sehingga mudah longsor,” tutur dia.

Yohanes menambahkan warga tidak berani melawati ruas jalan itu karena khawatir akan terjadi longsor susulan.

Anggota DPRD Ngada, Benediktus Lagho, sudah meninjau langsung kondisi longsor di Wolongizu. Ia telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk melakukan pembersihan material longsor.

“Tadi sudah koordinasi dengan pak bupati dan informasi pak bupati sudah perintahkan BPBD itu segera turun ke lokasi,” kata Benediktus.

Ia mengatakan, ruas jalan yang tertutup longsor mencapai 10 meter dan material longsor itu berupa bongkahan batu besar.

“Kita minta segera dilakukan pembersihan karena banyak masyarakat khususnya petani dan pedagang ikan yang menggantungkan hidup mereka pada ruas jalan itu sebagai roda ekonomi,” ujar Benediktus.

Benediktus mengaku telah berdiskusi dengan bupati dan wakil bupati untuk menyiapkan kebijakan lebih lanjut demi mengantisipasi terjadinya longsor di waktu mendatang.

“Tinggal kita lihat lagi, apakah di tahun 2026 atau bagaimana itu tergantung bupati,” katanya.

Kepala BPBD Ngada, Emanuel Kora, mengaku sudah mendapat laporan terkait kejadian itu. Alat berat sudah dikerahkan menuju lokasi untuk membersihkan material longsor.

Emanuel mengaku pembersihan material longsor diawasi dua staf BPBD yang sudah ada di lokasi longsor. Akses transportasi dipastikan kembali normal usai material longsor dibersihkan.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img