Anggota DPRD Sikka Sumbang Dana Pribadi untuk Pembebasan Lahan Posyandu

Lukas Lero, yang juga merupakan putra daerah dan mantan Kepala Desa Egon, berharap bantuan ini dapat mempercepat realisasi pembangunan posyandu yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Maumere, Ekorantt.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka dari Fraksi Perindo, Lukas Lero, menunjukkan kepeduliannya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp5 juta.

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pembebasan lahan pembangunan posyandu di Kampung Natar Geran, Desa Egon, Kecamatan Waigete.

Selama dua tahun terakhir, tenaga kesehatan dari Puskesmas Waigete terpaksa memberikan pelayanan kesehatan di rumah warga karena tidak adanya fasilitas posyandu yang memadai. Kondisi ini dinilai menghambat optimalisasi layanan kesehatan bagi warga di wilayah tersebut.

Lukas Lero, yang juga merupakan putra daerah dan mantan Kepala Desa Egon, berharap bantuan ini dapat mempercepat realisasi pembangunan posyandu yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Saya hanya bisa bantu sedikit dari uang pribadi saya. Semoga pembangunan posyandu untuk pelayanan kesehatan di Kampung ini sudah bisa dimulai,” jelas Lukas saat dikonfirmasi, Senin, 4 Agustus 2025.

Ia menuturkan bahwa dana yang disumbangkan akan digunakan untuk biaya pembebasan lahan. Dari total kebutuhan sebesar Rp13 juta, dirinya telah menyumbang Rp5 juta. Sisa kebutuhan dana akan ditanggung melalui swadaya masyarakat.

“Masyarakat akan bergotong-royong secara swadaya untuk biaya pembebasan lahan,” tuturnya.

Lukas berharap kehadiran posyandu yang layak dapat segera terwujud agar pelayanan kesehatan di desa tersebut bisa berjalan secara optimal.

Sementara itu, Kepala Desa Egon, Lusianus Yanuarius menyampaikan bahwa pembangunan fisik posyandu direncanakan akan menggunakan anggaran dana desa tahun 2025.

Ia berharap proses pembebasan lahan dapat segera rampung agar pembangunan segera dimulai.

“Pembangunan fisik posyandu akan menggunakan dana desa. Semoga pembebasan lahan segera diproses agar pembangunan posyandu sudah bisa dimulai,” ujar Lusianus.

Ia mengapresiasi inisiatif Lukas Lero yang dinilainya sebagai bentuk nyata kepedulian seorang wakil rakyat terhadap desa asalnya.

“Kami pemerintah desa sangat berterima kasih atas kepedulian anggota dewan kami ini. Masyarakat tentunya sangat terbantu untuk swadaya pembebasan lahan,” katanya.

Dukungan terhadap pembangunan posyandu juga datang dari warga setempat. Yohanes, salah satu warga Kampung Natar Geran, mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut.

Ia menilai keberadaan posyandu akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dasar.

“Kami sudah lama menunggu posyandu. Selama ini, kalau ada pelayanan posyandu, kami harus ke rumah tetangga. Kalau ada posyandu di kampung, kami pasti lebih mudah,” ujarnya.

Senada, Maria, warga lainnya, menyatakan kesiapan masyarakat untuk bergotong-royong dalam proses pembebasan lahan.

“Kami siap gotong-royong untuk pembebasan lahan ini. Kami ingin anak-anak kami bisa mendapatkan imunisasi dan pemeriksaan kesehatan dengan nyaman,” tuturnya.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img