BPIP Perkuat Peran Relawan Penjaga Nilai Pancasila di Ngada

Ia mengatakan, kehadiran Relawan Pancasila merupakan sebuah keharusan di tengah menurunnya kesadaran akan moral bangsa, terutama generasi muda.

Bajawa, Ekorantt.com – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI memberi penguatan nilai-nilai Pancasila kepada ratusan relawan di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka berlatarbelakang mahasiswa, akademisi hingga tokoh masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus STKIP Citra Bakti, Rabu, 6 Agustus 2025 itu merupakan kerja sama BPIP RI dan Komisi XIII DPR RI.

Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP, Pankratius Bernardus Somi Balun, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda BPIP RI dan DPR RI sejak 2020 lalu.

Ia mengatakan, kehadiran Relawan Pancasila merupakan sebuah keharusan di tengah menurunnya kesadaran akan moral bangsa, terutama generasi muda.

“Dengan kehadiran BPIP, upaya mengisi kekosongan ini bisa kita lakukan bersama-sama. Dengan kemajuan teknologi yang begitu besar tentu semakin banyak tantangan yang kita hadapi,” kata Bernardus.

Pasca-reformasi, kata dia, BPIP menyadari banyak aspek yang hilang dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila seperti moral dan etika. Harapannya, nilai-nilai itu kembali mulai dikampanyekan di tengah masyarakat oleh relawan.

“Dengan hadirnya relawan, kita bisa melakukan pendekatan dalam rangka membumikan Pancasila dengan gaya kekinian,” katanya.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Parera, kembali mengingatkan bahwa Pulau Flores khususnya Ende sebagai tempat lahirnya ideologi bangsa yakni Pancasila.

“Di Ende berpikir, membaca, berkontemplasi, berinteraksi, dan menggerakkan untuk bergotong-royong dalam pentas pergerakan,” ujarnya yang disampaikan secara daring.

Saat diasingkan di Ende pada tahun 1934, lanjut Hugo Parera, Soekarno kerap berinteraksi dengan kelompok masyarakat baik petani dan nelayan.

Soekarno mengajak orang muda, mahasiswa, dan orang tua untuk terus menyebarkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

“Dialog ini mensosialisasikan Pancasila, melalui para kader-kader muda, orang tua di tengah-tengah masyarakat. Mari kita menularkan nilai-nilai itu di tengah masyarakat,” kata Andreas.

Tokoh Agama Katolik, Pater Charles Lamaberaf, mengatakan kehadiran relawan tidak hanya kembali membumikan nilai-nilai Pancasila namun harus menjadi relawan yang kritis.

Menurutnya, jiwa kritis menjadi nilai penting bagi relawan agar bisa menyampaikan dan mengampanyekan nilai Pancasila secara baik di tengah masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih, ini kedua kalinya saya hadir bersama BPIP,” ujarnya

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img