Penurunan Stunting Jadi Program Prioritas Tim Penggerak PKK Kota Kupang

Peran PKK dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama ibu dan anak.

Kupang, Ekorantt.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Widya Cahya Widodo menjelaskan, penurunan angka stunting tetap menjadi salah satu program prioritas PKK dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Kalau kita di PKK ada 10 program, dan di dalamnya terdapat program kesehatan. Salah satu masalah prioritas yang harus ditangani adalah stunting,” ujar Widya dalam keterangannya di Kupang, Rabu, 19 November 2025.

Ia mengatakan, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup edukasi pola asuh, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga peningkatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Peran PKK dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama ibu dan anak.

Menurut Widya, PKK lebih memprioritaskan langkah pencegahan (preventif) dalam percepatan penurunan stunting. Pasalnya, memulihkan kondisi anak yang telah mengalami stunting akibat kekurangan gizi kronis dinilai sangat sulit.

“Secara dunia kedokteran itu sangat sulit. Karena itu, kita PKK fokus pada pencegahan, karena pencegahan lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

PKK Kota Kupang melalui Pokja 1, 2, dan 3 telah melakukan berbagai aksi nyata untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

Peran Pokja

Di Pokja 1, PKK memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja putri sebagai calon ibu. Edukasi ini mencakup pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah.

“Mereka harus mengerti betul tentang kesehatan reproduksi, tentang kegunaan tablet tambah darah. Karena ibu anemia ke depannya berisiko melahirkan anak dengan berat lahir rendah,” jelasnya.

Sementara itu, Pokja 2 bergerak melalui kegiatan di pendidikan anak usia dini (PAUD). Anak-anak yang terindikasi mengalami kekurangan gizi diberikan makanan tambahan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian mereka.

Adapun Pokja 3 melaksanakan program Pondok Pangan Lestari (P2L) di Kelurahan Nefonaek dan Panti Asuhan Kasih Agape di Kelurahan Bello. Melalui program ini, PKK memberikan bantuan bibit ikan lele sebagai upaya pemberdayaan ketahanan pangan keluarga dan komunitas.

Selain itu, melalui Pokja 4, PKK turut mendukung percepatan penurunan stunting dengan memberikan makanan tambahan kepada anak dengan gizi kurang.

“Kalau gizi kurang diberi inplus makanan tinggi kalori, karena gizi kurang mudah dicegah,” terangnya.

Widya mengajak seluruh kader PKK di tingkat kelurahan untuk memperkuat koordinasi serta memastikan berbagai program intervensi berjalan tepat sasaran.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang yang dinilai terus menunjukkan komitmen kuat melalui kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

“Kita berharap sinergi ini semakin diperkuat agar Kota Kupang dapat mencapai target penurunan stunting sesuai arah kebijakan nasional,” tandasnya.

Widya berharap, upaya pemerintah mempercepat penurunan stunting di Kota Kupang mendapat dukungan dari semua pihak.

“Memang stunting ini penanganannya sulit dan harus kolaboratif,” kata Widya. (Patrick Padeng/Adv)

TERKINI
BACA JUGA