Panen Jagung di Sikka Tembus 20.193 Ton, Akses Pupuk Jadi Kunci Produktivitas Petani

Menurutnya, keluhan kelangkaan dan akses pupuk sudah bisa diatasi sejak awal dengan mendatangkan kuota pupuk subsidi 7.180 ton bagi Kabupaten Sikka.

Maumere, Ekorantt.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sikka mencatat hasil panen jagung sepanjang musim tanam 2025 sebanyak 20.193 ton.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan berkata, salah satu faktor capaian panen maksimal tersebut adalah akses ketersediaan pupuk yang memadai dan mudah diperoleh para petani.

Menurutnya, keluhan kelangkaan dan akses pupuk sudah bisa diatasi sejak awal dengan mendatangkan kuota pupuk subsidi 7.180 ton bagi Kabupaten Sikka.

“Kita tentunya bangga karena antusias petani untuk tanam jagung meningkat. Hasilnya sungguh memuaskan, tahun depan target kita lebih tinggi lagi jumlahnya,” kata Yohanes pada Selasa, 23 Desember 2025.

Ia menjelaskan, untuk musim tanam 2025 lahan penanaman jagung secara keseluruhan di Kabupaten Sikka seluas 9.947 hektare.

Sementara jenis jagung yang ditanam antara lain komposit, hibrida dan jagung lokal.

Sejauh ini, kata Yohanes, petani di Sikka semakin banyak yang menanam jagung. Alasannya karena selain untuk dijual, juga dapat dikonsumsi sendiri. Para petani bisa mengolahnya menjadi beras jagung, juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.

“Jadi impian untuk mencapai pangan berdaulat itu bisa kita capai,” ujarnya.

Yohanes menegaskan, pemerintah dengan seluruh jejaringnya dari pusat hingga daerah, serta mitra strategis seperti PT Pupuk Indonesia terus mendorong dalam kerja nyata bersama petani di lapangan agar produktivitas jagung terus meningkat.

Agustina Suprati, Ketua Kelompok Mekar Tani Magepanda (Foto: Hengky Ola Sura/ Ekora NTT)

Ketua kelompok Mekar Tani Kecamatan Magepanda, Agustina Suprati berkata, ketersediaan dan akses pupuk ikut menentukan jumlah panenan bagi 14 anggota kelompoknya.

“Tahun ini kami dari Mekar Tani capai 15 ton, total luasan yang dikerjakan ada 7 hektare,” ujar Agustina.

Anggota Kelompok Mekar Tani, Theodorus Viktor Raga mengaku bangga atas kemudahan akses pupuk tahun 2025 ini. Dampaknya, dari luasan dua hektare kebun jagung yang digarapnya ia berhasil memanen tiga ton jagung pipil.

“Tahun ini saya kira tanpa kendala untuk urusan pupuk subsidi, harganya juga murah,” ujar Theodorus.

Ia berharap agar pupuk tersedia untuk tahun-tahun selanjutnya, sehingga petani tidak kesulitan seperti beberapa tahun sebelumnya.

TERKINI
BACA JUGA