Rutan Ruteng Panen Hortikultura, Hasilnya Disumbangkan ke Daerah Bencana

Ia berkata, sesama warga binaan saling belajar. Mereka saling beri masukan tentang pengalaman mereka selama belajar bertani.

Ruteng, Ekorantt.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ruteng mengadakan panen hortikultura di lahan milik lembaga itu pada Kamis, 15 Januari 2026.

Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori berkata, hasil panen sebagiannya akan disumbangkan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, sebagai daerah terdampak bencana.

“Ini bentuk kepedulian sosial dari jajaran pemasyarakatan,” kata Saiful.

Ia berkata, pengelolaan lahan ini sesuai perintah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan sejalan dengan astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagai arah pembangunan nasional mewujudkan Indonesia Maju dan Makmur menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami mengelola dua lahan pertanian, di kawasan Lapas lama dan di kompleks Rutan sekarang,” ucapnya.

Merawat tanaman hortikultura, kata dia, melibatkan pegawai  dan warga binaan yang punya hobi untuk belajar bertani.

“Hasilnya sangat bagus. Itulah hasil kerja keras kami.”

Jenis tanaman hortikultura yang ditanam yakni brokoli, kol, selasa, cabai, pare, dan wortel.

Dengan cuaca tidak menentu seperti sekarang, menjadi tantangan bagi pihaknya. Penanaman harus sesuai komposisi, baik penanaman bibit maupun campuran pupuk dan penggunaan airnya.

“Kita menggunakan pupuk kotoran hewan dengan pupuk kimia,” jelasnya.

“Tapi, ke depannya kita terus melakukan evaluasi untuk terbaik apa yang kurang.”

Melalui keterampilan ini, dia mengharapkan menjadi bekal warga binaan agar menerapkannya ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Salah seorang warga binaan mengaku program tersebut memberikan banyak manfaat, baik keterampilan maupun kepuasan batinnya.

“Kami sangat terbantu. Selain menambah ilmu, keterampilan ini juga membuat kami lebih terhibur dan tidak merasa jenuh,” katanya.

Ia berkata, sesama warga binaan saling belajar. Mereka saling beri masukan tentang pengalaman mereka selama belajar bertani.

“Kendalanya memang cuaca. Itu yang membuat adanya hama yang berpengaruh pada hasil panen,” jelasnya.

TERKINI
BACA JUGA