Proyek Pengadaan Seragam di Ngada Molor, Barang Tak Sesuai Spesifikasi dan Tak Lengkap

Proyek dengan anggaran yang bersumber APBD kabupaten Ngada tahun 2025 ini dikerjakan oleh pihak ketiga yakni perusahaan asal Jakarta bernama PT. Angres Info Teknologi

Bajawa, Ekorantt.com – Proyek pengadaan seragam senilai Rp2 miliar lebih bagi siswa di Kabupaten Ngada berjalan molor dari waktu yang tertera pada kontrak. Rencana akan tuntas sebelum 31 Desember 2025, proyek ini belum rampung hingga sekarang.

Proyek dengan anggaran yang bersumber APBD kabupaten Ngada tahun 2025 ini dikerjakan oleh pihak ketiga yakni perusahaan asal Jakarta bernama PT. Angres Info Teknologi.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Martinus Lopi mengatakan, pemerintah terpaksa memberikan sanksi berupa denda kepada pihak ketiga setelah gagal melaksanakan kesepakatan sesuai kontrak yang disepakati.

“Adendum sudah dua kali dan ini pemberian kesempatan pertama 50 hari dan sudah dikenai denda untuk pihak ketiga,” ujar Martinus.

Martinus bilang, PT. Angres Info Teknologi sudah mengirim barang, namun belum lengkap. Bahkan beberapa barang tidak sesuai spesifikasi, sehingga dikembalikan lagi ke pihak ketiga.

“Tanggal 30 Desember 2025 sudah kirim, tapi untuk SD belum lengkap, TK bajunya pas, topi dasi lengkap tapi celana tidak sesuai spek,” kata dia.

Ia menjelaskan seragam itu akan diserahkan kepada siswa kurang mampu mulai dari Paud, SD dan SMA.

Anggota DPRD Ngada Alexander Sayn Songkares meminta pemerintah mengevaluasi pihak ketiga agar bekerja profesional mengingat pengadaan seragam masuk program prioritas bupati dan wakil bupati Ngada.

“Kalau saya tidak saja pada pengadaan, tetapi juga program tersebut, karena jika tidak pertimbangan dengan baik akan berdampak pada yang dapat dan tidak dapat,” jelasnya.

Ia bilang, orang tua bisa membeli seragam, namun dengan syarat pemerintah perlu fokus pada program perbaikan ekonomi masyarakat.

“Fokus pemerintah seharusnya pada perbaikan ekonomi masyarakat, sehingga ketika ada uang, orang bisa membeli seragam,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA