Kupang, Ekorantt.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya disiplin dan keakuratan data sebagai fondasi utama peningkatan mutu layanan pendidikan di Kota Kupang.
Christian menekankan bahwa disiplin harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti kerapian berpakaian dan kepatuhan terhadap atribut kedinasan. Menurutnya, kebiasaan kecil itu akan membentuk karakter disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.
“Hal-hal kecil sering dianggap sepele, padahal justru itulah yang membentuk karakter disiplin dalam pekerjaan besar. Saya menyebutnya sebagai atomic habits,” ujar Christian saat Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja Bidang Pendidikan Dasar bersama pengawas sekolah serta kepala sekolah jenjang SD dan SMP/MTs se-Kota Kupang, yang digelar di Hotel Sahid T-More, Senin, 19 Januari 2026.
.
Ia meminta para kepala sekolah untuk menertibkan penampilan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Penampilan mencerminkan kredibilitas pelayanan publik di bidang pendidikan.
Selain disiplin, Wali Kota juga menyoroti pentingnya keakuratan pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data yang tidak sesuai kondisi riil, kata dia, akan berdampak pada ketidaktepatan perencanaan program dan alokasi anggaran pendidikan.
“Data harus diisi apa adanya. Jangan dimanipulasi. Kalau datanya salah, maka anggaran dan bantuan yang diterima juga tidak tepat sasaran,” kata Christian.
Terkait pengelolaan anggaran, ia meminta perencanaan dan penggunaan dana, termasuk Dana BOS, dilakukan berdasarkan kebutuhan riil sekolah secara bottom-up.
Ia juga meminta agar laporan Dana BOS disusun dan diverifikasi setiap bulan untuk mencegah penumpukan administrasi serta potensi penyalahgunaan anggaran.
Christian mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk fokus pada tujuan utama peningkatan mutu layanan pendidikan, tanpa terlalu banyak rencana cadangan yang justru mengurangi konsentrasi dan keseriusan.
Peran kepala sekolah, kata dia, sebagai pemimpin di satuan pendidikan untuk mencegah segala bentuk kekerasan di sekolah, baik fisik, verbal, maupun seksual, serta memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Selain itu, Christian mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, khususnya transformasi digital dalam dunia pendidikan. Satuan pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi agar tidak tertinggal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan menyatukan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, serta menyinkronkan program kerja pendidikan dasar tahun anggaran 2026.
Ia mengatakan capaian positif Kota Kupang dalam hasil Asesmen Nasional, khususnya pada jenjang SMP yang menempati peringkat atas di tingkat provinsi.
Rapat koordinasi ini diikuti oleh 255 peserta yang terdiri dari pengawas sekolah serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang, dan dilaksanakan selama dua hari.











