Kupang, Ekorantt.com – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta berperan lebih strategis sebagai motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu langkah yang didorong adalah mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT melakukan pemeriksaan kesehatan di Labkesda.
Dorongan tersebut muncul lantaran Labkesda dinilai belum maksimal mempromosikan diri kepada masyarakat sebagai salah satu pusat pemeriksaan kesehatan terbaik di Kota Kupang. Tak heran, Labkesda milik Pemprov NTT kalah bersaing dengan laboratorium kesehatan lainnya.
Anggota DPRD NTT, Muhammad Ansor, mengatakan kewajiban pemeriksaan kesehatan ASN di Labkesda perlu didukung regulasi dari pemerintah daerah.
“Tentunya harus didukung pemerintah. Nantinya akan ada pemeriksaan kesehatan ASN yang di-cover oleh BPJS Kesehatan. Jadi ASN yang periksa itu gratis karena sudah ditanggung BPJS. Tinggal pemerintah buat regulasinya saja, misalnya tiga bulan sekali pemeriksaan kesehatan,” kata Anshor di Kupang pada Rabu, 21 Januari 2026.
Ia berharap Labkesda lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan layanan. Dengan gedung yang representatif dan fasilitas yang memadai, Labkesda dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD demi kepentingan daerah.
Menanggapi usulan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Lien Adriany sepakat dengan usulan DPRD.
“Selama ini sebenarnya sudah berjalan, hanya belum diwajibkan. Labkesda biasanya keliling dari dinas ke dinas. Tapi kalau diwajibkan, tentu akan lebih bagus lagi,” katanya.
Ia menegaskan, Labkesda merupakan laboratorium terbaik, terbagus, dan paling lengkap di NTT. Bahkan, Labkesda provinsi berperan sebagai laboratorium pembina bagi seluruh Labkesda pemerintah kabupaten dan kota.
Dukungan serupa disampaikan Kepala UPTD Labkesda NTT, Nur Azizah. Menurutnya, kebijakan pemeriksaan kesehatan ASN di Labkesda akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah.
Untuk mendukung rencana tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan guna menjalin kerja sama pemeriksaan kesehatan seluruh ASN.
Nur menjelaskan, Labkesda Pemprov NTT memiliki berbagai keunggulan layanan, mulai dari pemeriksaan kimia, pemeriksaan makanan, pemeriksaan kualitas air, hingga pengukuran tingkat kebisingan.
Labkesda juga menyediakan layanan pemeriksaan di rumah atau home service dengan biaya yang sama seperti pemeriksaan langsung di laboratorium.
“Labkesda milik Pemprov tidak kalah dengan laboratorium kesehatan milik swasta,” tegasnya.
Namun demikian, Nur mengakui promosi layanan Labkesda masih terkendala keterbatasan anggaran. Saat ini, promosi baru dilakukan melalui media sosial.
“Kami keterbatasan anggaran untuk promosi. Yang bisa kami lakukan saat ini hanya melalui media sosial,” pungkasnya.











