Bajawa, Ekorantt.com – Proyek peningkatan jalan tani Bontor-Santak di Desa Wate, Kecamatan Riung Barat hingga kini belum selesai dikerjakan. Proyek ini menghabiskan anggaran sebesar Rp145 juta lebih berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngada tahun 2025.
Anggota DPRD Ngada, Sayn Songkares mengatakan, hingga tahun anggaran berakhir, proyek ini belum menunjukkan kemajuan yang signifikan di lapangan.
“Yang saya temukan di lapangan, kontraktor hanya tumpuk material sekitar 100 meter lebih dan belum ada lanjutan pekerjaan itu,” ujarnya kepada awak media di Bajawa, Rabu, 21 Januari 2025.
“Saya selalu sudah mencoba menghubungi pihak dinas. Jawabannya selalu bilang lagi dikerjakan, padahal tidak ada aktivitas di lapangan,” ujar Songkares menambahkan.
Tumpukan material mengganggu aktivitas petani setempat. Mereka terpaksa membuka jalan alternatif memperlancar mobilitas dari dan menuju ke sawah.
Pejabat pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ngada, Bernadinus Haris Lapu menuturkan, pekerjaan itu dikerjakan oleh CV karunia dengan target selesai akhir 2025 lalu.
“Kontrak pekerjaan itu dimulai tanggal 24 hingga 22 Desember 2025,” kata Bernadinus sembari menuturkan, pekerjaan tidak berjalan sesuai kontrak akibat cuaca buruk dan akses menuju lokasi yang licin.
“Ia bilang ruas jalan itu 950 meter, namun material yang sudah berada di lokasi baru mencapai 150 meter. Dari progres sudah mencapai 50 persen lebih, karena material onside,” jelas Bernadinus.
Bernadinus sudah memberikan adendum dan denda kepada CV Karunia. Pihak kontraktor berniat melanjutkan proyek itu dalam waktu dekat.











