Longsor Landa Desa Goreng Meni di Manggarai Timur, Dua Warga Tertimbun

Bencana tersebut juga merusak area persawahan, kebun warga, tambak ikan, serta halaman depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Meni

Borong, Ekorantt.com – Longsor melanda Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur pada Kamis, 22 Januari 2026 sore.

Tino, salah satu warga Kampung Rentung, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu masih hujan deras disertai angin kencang.

“Hujan deras dan angin kencang telah berlangsung hampir dua pekan terakhir,” ujar Tino kepada Ekora NTT pada Kamis malam.

Akibat longsor, seluruh warga Kampung Pau dan Kampung Tuwa, dua kampung yang berada di Desa Goreng Meni, terpaksa mengungsi ke Kampung Rentung untuk menghindari potensi longsor susulan.

Sekretaris Camat Lamba Leda, Rikardus Samin menyebutkan satu unit rumah warga di Kampung Tuwa tertimbun material longsor secara total.

Ia bilang, Theresia Resem dan Yustina Mira, dua penghuni rumah tersebut hingga kini masih tertimbun.

Keterbatasan peralatan serta kondisi cuaca yang ekstrem menjadi kendala sehingga belum dapat dilakukan evakuasi.

“Yang sudah dievakuasi dua orang yakni Albina Ria dan Apri Nikolaus Acan. Mereka mengalami luka-luka dan sementara dirawat di Puskesmas Pembantu,” kata Rikardus, sebagaimana dikutip Bacerita.com.

Ia berkata, aparat yang berada di lokasi saat ini terdiri dari aparat desa, aparat kecamatan, serta Babinsa yang membantu proses penanganan darurat dan evakuasi warga.

Selain satu rumah tertimbun total, tiga rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.

Bencana tersebut juga merusak area persawahan, kebun warga, tambak ikan, serta halaman depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Meni. Longsor turut berdampak pada terputusnya jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah Kecamatan Lamba Leda.

“Listrik padam total di seluruh wilayah Kecamatan Lamba Leda sejak pagi hari. Jaringan internet dan telepon seluler juga tidak berfungsi,” katanya.

TERKINI
BACA JUGA