Maumere, Ekorantt.com – Tim SAR Gabungan terus mencari dua nelayan, Anwar Mahmud dan Norisius Sapa yang dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Paga, Kabupaten Sikka sejak Minggu, 25 Januari 2026.
Hingga memasuki hari ketiga pencarian, Selasa, 27 Januari 2026, kedua korban belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan, Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan operasi SAR dengan metode penyisiran di atas permukaan laut dengan koordinat Search and Rescue Unit (SRU) I.
Penyisiran di atas permukaan laut dengan rubber boat 30 PK (perahu karet) di sekitar lokasi kejadian dengan luas pencarian 5 Nautikal Mile (NM). Pencarian terkendala angin kencang di sekitar lokasi kejadian.
“Kondisi cuaca berawan, kecepatan angin 6 -12 knot, arah angin utara ke selatan, dan gelombang 1,5–2 meter,” ujar Fathur.
Alat utama (Alut) dan peralatan SAR (Pasar) yang digunakan untuk mendukung pencarian, yakni, Rapid Land SAR, Rubber Boat, Palsar Air, dan Palsar Medis.
Fathur mengungkapkan, kejadian bermula ketika korban pergi mencari ikan di Rumpong menggunakan perahu nelayan dengan mesin 35 PK. Jaraknya kurang lebih 5 mil dari bibir pantai.
“Korban menginformasikan kepada keluarga bahwa baling-baling perahu korban terlepas. Telah dilakukan pencarian oleh keluarga korban namun hasil masih nihil,” kata Fathur.
Hingga saat ini, tim SAR yang terdiri dari Kansar Maumere, Polsek Paga, DitPolairud Polda NTT, Kodim Sikka 1603, keluarga serta masyarakat setempat terus berjibaku melakukan pencarian.
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap dua nelayan yang hilang di Perairan Paga (Foto: Dok Basarnas)











