Bank Indonesia Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Ketahanan Ekonomi NTT

Selain itu, sinergi lintas pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mempercepat transformasi ekonomi NTT agar lebih produktif melalui inovasi yang tepat sasaran.

Kupang, Ekorantt.com Bank Indonesia (BI) mendorong sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso mengatakan, tema Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 menegaskan urgensi orkestrasi kebijakan dengan mengedepankan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS).

Ia menilai, keselarasan program pemerintah pusat dan daerah, khususnya di sektor pangan, energi, tenaga kerja, dan ekonomi kerakyatan menjadi kunci transformasi ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri.

Selain itu, sinergi lintas pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mempercepat transformasi ekonomi NTT agar lebih produktif melalui inovasi yang tepat sasaran.

Pemahaman terhadap risiko dan potensi ekonomi ke depan diharapkan mampu mendorong lahirnya solusi konkret bagi tantangan jangka pendek hingga jangka menengah dan panjang.

“Momen peluncuran LPI 2025 diharapkan mampu memperkuat motivasi dan sinergi dalam mendorong ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri, baik secara nasional maupun regional, termasuk di NTT,” ujar Adidoyo saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Kamis, 29 Januari 2026.

Laporan Perekonomian Indonesia merupakan bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang terakhir diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

“LPI 2025 diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel terkait perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia serta arah bauran kebijakan nasional dan Bank Indonesia,” ungkapnya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, LPI 2025 mengangkat tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 diprakirakan berada pada kisaran 4,7–5,5 persen dan meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada 2026 serta 5,1–5,9 persen pada 2027. Inflasi diproyeksikan tetap terjaga pada kisaran 2,5±1 persen.

Bank Indonesia, lanjut Perry, berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sinergi difokuskan pada lima area utama, yakni stabilitas perekonomian, penguatan sektor riil melalui hilirisasi dan industrialisasi, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.

TERKINI
BACA JUGA