Kupang, Ekorantt.com – Peserta didik Taman Kanak-Kanak (TKK) Pilarin belajar mengenal satwa di Instalasi Karantina Hewan Reptila dan Amfibi (IKH) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Jalan S.K. Lerik, Kota Kupang pada Kamis, 29 Januari 2026.
Sebanyak 46 anak didampingi enam orang suster pendamping. Kegiatan ini merupakan puncak dari tema pembelajaran “Mengenal Binatang” yang selama ini mereka pelajari di ruang kelas.
Begitu memasuki area instalasi, anak-anak langsung disambut para pegawai dan diarahkan menuju kandang beragam satwa.
Burung kakatua dengan bulu putih mencolok, pelikan berparuh besar, perkici yang lincah, hingga reptil seperti ular, buaya muara, dan kura-kura leher ular menjadi objek kekaguman.
Beberapa anak tampak berani mendekat, sementara yang lain memilih menggenggam erat tangan pendamping sambil bertanya tanpa henti.
Kepala Sekolah TKK Pilarin, Suster Yulianti Yosefina Bauk mengatakan, kunjungan ini merupakan pengalaman belajar nyata bagi anak-anak karena sebelumnya mereka hanya mengenal binatang melalui gambar dan cerita di kelas.
“Sekarang anak-anak bisa melihat langsung. Mereka punya pengalaman nyata, bukan hanya dari buku. Ini sangat membantu proses belajar mereka,” ujarnya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BBKSDA NTT, Imanuel Ndun menyambut baik kunjungan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan TKK Pilarin yang memilih Instalasi Karantina Hewan sebagai tujuan pembelajaran.
“Kami sangat berterima kasih karena anak-anak dari TKK Pilarin datang ke sini. IKH ini terbuka untuk masyarakat umum, termasuk pelajar dari perguruan tinggi sampai taman kanak-kanak,” katanya.
Menurut Imanuel, di tengah keterbatasan fasilitas seperti kebun binatang di NTT, IKH hadir sebagai ruang belajar alternatif yang penting.
Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai karantina, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk mengenalkan satwa, khususnya satwa yang dilindungi maupun tidak dilindungi.
“Apalagi di NTT tidak memiliki kebun binatang. IKH ini tempat yang tepat untuk belajar dan menanamkan kecintaan terhadap satwa sejak usia dini,” ujarnya.











