Bajawa, Ekorantt.com – Tiga Dosen Kampus Muhammadiyah Kupang memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan ilmu pendidikan Citra Bakti Ngada (CBN) pada Selasa, 27 Januari 2026. Ketiga dosen tersebut yakni Sunimbar, Uslan, dan Ahmad Yani.
Ketua STKIP Citra Bakti Ngada, Dek Ngurah Laba Laksana mengatakan, kuliah umum merupakan kerja sama kampusnya bersama Muhammadiyah Kupang dalam meningkatkan kemampuan dan pengembangan keterampilan atau soft skill mahasiswa.
Menurutnya, Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai salah kampus swasta terbaik di NTT yang memiliki jumlah mahasiswa cukup banyak khususnya Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD).
“Kegiatan kuliah umum diikuti seluruh mahasiswa Program Studi PGSD yang berjumlah 487 orang mahasiswa,” kata Ngurah.
Ngurah mengaku dalam kuliah umum, ketiga dosen tamu tersebut diberi kesempatan untuk memberikan kuliah dengan materi masing-masing yakni literasi bencana alam, pengembangan karakter anak usia sekolah dasar melalui pembelajaran mendalam yang bermakna dan berkesadaran dan implementasi koding dan artificial intelligence (AI) di sekolah dasar.
“Secara umum ketiga narasumber juga membahas penguatan pendidikan dasar melalui literasi, karakter, dan teknologi,” katanya.
Salah satu pemateri, Sunimbar menekankan pentingnya membekali peserta didik dengan pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana, mitigasi, serta langkah penyelamatan diri sejak dini.
Menurutnya, literasi bencana di sekolah dasar dapat menumbuhkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Hal senada disampaikan Ahmad Yani dalam materinya implementasi koding dan kecerdasan buatan (AI) di sekolah dasar.
Menurutnya, pengenalan koding dan AI sejak dini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, kreativitas, serta kesiapan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Ahmad berharap usai mendapatkan materi itu, mahasiswa dapat mengintegrasikan literasi, penguatan karakter, dan teknologi secara seimbang guna meningkatkan mutu pendidikan yang relevan dengan perkembangan terkini.
Mahasiswa, menurut dia, punya peran penting sebagai agen perubahan. Mahasiswa pun memiliki hak untuk menentukan arah pendidikan di Indonesia.
“Akan seperti apa besok. Apakah akan seperti hari ini ataukah akan ada perubahan. Itu kuncinya ada di mahasiswa besok,” tutupnya.











