Nelayan Hilang di Perairan Paga Belum Ditemukan, Istri Korban: Pemerintah Bantu Kami

Ia menilai pencarian tidak akan membuahkan hasil. Sebab pencarian yang dilakukan hanya seputar wilayah Perairan Paga.

Maumere, Ekorantt.com – Dua nelayan asal Desa Paga, Kabupaten Sikka, NTT, yang hilang belum ditemukan keberadaannya hingga upaya pencarian pada hari keenam. Dua nelayan, Anwar Mahmud dan Norisius Sapa dilaporkan hilang sejak Minggu, 25 Januari 2025 lalu.

Kondisi ini memicu kekecewaan sekaligus kemarahan warga setempat. Longginus Nong, kerabat Norisius Sapa menuntut pemerintah daerah dan instansi terkait lebih serius dan maksimal dalam melakukan pencarian.

“Kami dari pihak keluarga sangat kecewa dengan kehadiran Bapak Wakil Bupati Sikka di Paga kemarin, Kamis, 29 Januari 2026. Karena tidak menyanggupi permintaan kami, dalam hal pencarian anak kami ini tidak menggunakan armada yang lebih besar,” kata Longginus dihubungi Ekora NTT, Kamis.

“Kami juga merasa kecewa setelah kami menanyakan peralatan yang mereka lakukan pencarian ini seperti teropong dan drone ini tidak ada, tetapi pihak Basarnas meminta kami untuk menghubungi pimpinan mereka yang ada di Labuan Bajo,” sambung dia.

Longginus berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sikka dan Pemerintah Provinsi NTT agar lebih serius untuk menanggapi masalah ini.

Warga Desa Paga, Sius Kombe menuturkan, Tim SAR Gabungan memang sudah melakukan penyisiran, namun kendala ombak tinggi seringkali menghentikan pencarian.

Ia menilai pencarian tidak akan membuahkan hasil. Sebab pencarian yang dilakukan hanya seputar wilayah Perairan Paga.

“Apalagi hanya menggunakan perahu karet, sedangkan dua nelayan tersebut mencari ikan, dan tempat baling-baling patah itu ratusan mil dari bibir pantai,” kata Sius kepada Ekora NTT, Jumat, 30 Januari 2026.

Sius berkata, pada Kamis pagi, dua kapal motor nelayan milik keluarga sudah bergerak menyisir Perairan Paga hingga ke Perairan Solor, Kabupaten Flores Timur.

“Tetapi pencarian mereka tidak membuahkan hasil. Mereka tidak bisa melanjutkan pencarian karena terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi,” tuturnya.

Warga tetap berjaga-jaga di pinggir pantai dan terus melakukan pencarian mandiri menggunakan perahu motor jika pemerintah tidak menambah armada bantuan.

Yosi istri korban, Norisius Sapa berharap, dengan upaya maksimal dari Tim SAR Gabungan, suami dan rekannya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Saya tidak bisa tidur malam, dan terus panjatkan doa agar suami saya dan rekannya cepat ditemukan. Saya mohon pemerintah dan Tim SAR Gabungan bantu kami,” kata Yosi berharap.

TERKINI
BACA JUGA