DPRD Flores Timur Soroti Kualitas Proyek Jalan ke Huntap Lewotobi

Viktor bilang, pengerjaan dilakukan PT Dewi Graha Indah dan di bawah pengawasan ketat CV Secon Dwitunggal Putra.

Larantuka, Ekorantt.com – Anggota DPRD Flores Timur, Abdon Julius meminta kontraktor untuk menyoroti kualitas pengerjaan jalan ke lokasi Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Abdon mewanti-wanti agar proyek yang menelan anggaran Rp38.550.834.000 dari APBN tersebut tidak boleh seperti pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang ditempati penyintas, yang ia nilai dibangun tanpa perencanaan matang, meskipun hunian tersebut bersifat sementara waktu.

“Bekerja harus utamakan kualitas yang bagus, tidak sekadar asal dibangun, seperti di Huntara yang sampai dengan sekarang masyarakat penyintas sengsara karena banjir. Ini menunjukkan perencanaan yang tidak matang,” ujar politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini, Senin, 9 Februari 2026.

Abdon juga menyoroti panjang jalan sepanjang 8,35 kilometer yang tak sampai ke Kuhe, lokasi yang nantinya dibangun rumah layak huni. Dari penjelasan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional NTT, volume jalan masih kurang 1,9 kilometer.

Menurutnya, akses dari Desa Pululera-Kuhe perlu dilanjutkan hingga ke Konga. Jalur itu bisa menjadi alternatif lantaran Jalan Trans Pulau Flores Larantuka-Maumere di titik Desa Hokeng Jaya dan Desa Dulipali terancam banjir lahar dingin.

“Di beberapa titik banjir itu berada di jalur merah dan terus tergerus banjir. Sehingga jalan ke Kuhe itu kita harapkan kepada pemerintah agar bisa ada pekerjaan lanjutan,” tutur Abdon.

Sebelumnya, PPK 4.5 Balai Pelaksana Jalan Nasional NTT, Viktor Nalle menuturkan, pengerjaan jalan dimulai dengan mengerahkan dua ekskavator dan satu greder.

Viktor bilang, pengerjaan dilakukan PT Dewi Graha Indah dan di bawah pengawasan ketat CV Secon Dwitunggal Putra. Ia memastikan kualitas pekerjaan fisik untuk manfaat jangka panjang.

“Iya, kita tentunya bekerja maksimal agar kualitasnya bagus. Untuk sementara ini kita masih dalam on schedule (sesuai jadwal),” tuturnya lewat sambungan telepon.

Proyek ini berlangsung selama 180 hari kerja hingga 14 Juni 2026, dengan waktu pemeliharaan selama 365 hari atau satu tahun.

Viktor mengaku panjang jalan 8,35 kilometer atau kurang 1,9 kilometer untuk sampai ke Kuhe. Ia belum memastikan kemungkinan pekerjaan lanjutan menuju lokasi tujuan.

“Itu keputusan atasan, kami hanya eksekutornya,” tandas Viktor.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA