Ruteng, Ekorantt.com – Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ulu Belang, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai absen ke sekolah akibat diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SDN Ulu Belang, Lena Lensiana Ije ketika berbicara dengan Ekora NTT membenarkan bahwa aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolahnya diberhentikan sementara.
“Untuk sementara KBM diberhentikan sementara karena memang masih ada anak yang sakit,” ungkapnya pada Kamis, 12 Februari 2026.
Ia mengaku pelajaran di sekolah hari ini hanya sampai pukul 10.00 karena siswanya masih mengalami sakit dan tengah dirawat di Puskesmas Ponggeok.
Puskesmas ini jaraknya sekitar 10 kilometer dari sekolah tersebut.
“Kami juga tidak tahu penyebabnya karena apa,” ungkap Lena.
Awalnya pada Selasa, para siswa dan guru mengonsumsi MBG yang menunya telur ceplok yang dicampur saus.
Namun pada malamnya mengalami gejala mual. Keesokan harinya pada Rabu, ada siswa yang tidak hadir ke sekolah. Terlebih sekitar sepuluh siswa yang mengalami demam dalam kelas pada hari itu.
“Saya suruh guru laki-laki untuk mengantar anak-anak itu pulang rumah,” jelasnya.
Lena mengaku banyak siswa yang mengalami gejala seperti muntah dan demam, bahkan mencret. Gejala tersebut bahkan juga dialami Lena hingga sekarang.
Akibatnya, sebanyak 131 siswa tidak bisa ke sekolah dan 12 guru ikut terdampak dugaan keracunan itu.
“Ada 12 guru yang terdampak, yang tidak ke sekolah ada 6 orang,” sebutnya.
Lena mengaku bahwa dirinya hari ini tidak ke sekolah karena masih terpapar.
“Kemarin saya dapat menu ayam, tapi saya tidak makan karena mulai dari malam saya menggigil,” ungkapnya.
Lena mengklaim tidak bisa memastikan penyebab peristiwa itu karena bukan kewenangannya.
Pihaknya untuk sementara tidak menerima MBG sembari para siswa dan guru-guru pulih.
“Tadi kami tidak terima itu MBG mereka antar 125 porsi dan kami meminta untuk diantar kembali. Karena percuma mereka antar karena tidak ada orang di sekolah,” jelasnya.
Ia bilang, peristiwa ini belum ia laporkan ke dinas dan hanya melaporkan kepada pengawas sekolah.
“Kami belum pernah mengalami seperti ini sebelumnya,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefryn Haryanto mengaku belum ada keterangan resmi terkait penyebab peristiwa itu.
“Tim masih di lapangan,” katanya.












