Mahasiswa Peternakan Stiper Flores Bajawa Harus Jadi Pelopor Perubahan

“Semoga dengan kegiatan selama ini, masyarakat kami di sini sadar untuk mulai memanfaatkan potensi yang ada,” ujarnya.

Nagekeo, Ekorantt.com – Pastor Paroki Santo Hubertus Wolowae, Romo Tadeus Depa, mengingatkan mahasiswa Program Studi Peternakan Stiper Flores Bajawa harus menjadi pelopor perubahan bagi masyarakat setelah kembali mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tendatoto, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo.

“Wilayah ini potensi peternakan luar biasa, tapi kami masih terkendala sumber daya manusia. Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa bisa membawa perubahan,” kata Romo Tadeus saat menghadiri penutupan PKM di Aula Paroki Wolowae, Minggu malam, 15 Februari 2025.

Ia mengatakan, wilayah Wolowae memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas, namun belum semuanya digarap. Romo Tadeus berharap kegiatan PKM memberikan pemahaman baru baik bagi masyarakat maupun mahasiswa sendiri.

“Semoga dengan kegiatan selama ini, masyarakat kami di sini sadar untuk mulai memanfaatkan potensi yang ada,” ujarnya.

Kepala Desa Tendatoto, Kunibertus Ndoa, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa program studi peternakan sejalan dengan upaya desa mengembangkan sektor peternakan, salah satu sektor yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.

“Kehadiran mahasiswa adalah kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bidang peternakan,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga sudah mengedukasi masyarakat, khususnya bagaimana cara mengendalikan penyakit pada ternak. Pengetahuan baru yang diberikan mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak.

“Kami berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti di sini, tapi terus dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kunibertus berharap kegiatan serupa bisa berlanjut di masa-masa yang akan datang. “Banyak pengetahuan selama ini yang masyarakat dapat, kami berharap bisa datang lagi,” tandasnya.

Ketua Stiper Flores Bajawa, Nikolaus Noywuli menjelaskan kegiatan PKM bukan sekadar agenda akademik atau memindahkan proses belajar dari dalam kelas ke luar, namun harus ikut merasakan kehidupan masyarakat.

Ia menekankan bahwa kegiatan PKM adalah ruang pembelajaran nyata mahasiswa untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat desa.

“Di sini kaya akan potensi peternakan. Pertanian dan peternakan adalah budaya masyarakat Flores,” katanya.

Nikolaus menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, sejak 12 hingga 16 Februari 2026 di Kabupaten Ngada yakni di Desa Were 3, Kecamatan Golewa Barat dan Desa Inegena di Kecamatan Bajawa Utara.

Sementara Kabupaten Nagekeo dilaksanakan di Desa Nagerawe Kecamatan Boawae dan Desa Tendatoto di Kecamatan Wolowae. “Di Desa Tendatoto ini yang paling jauh,” kata Nikolaus.

TERKINI
BACA JUGA