Tinggal di Dekat Rujab Bupati Sikka, Maria Modesta Memulung untuk Mengobati Suami yang Stroke

Maumere, Ekorantt.com – Maria Modesta adalah pemulung. Setiap hari, ibu rumah tangga ini berjalan kaki keliling Kota Maumere untuk memulung barang-barang bekas seperti plastik dan besi. Ia mengisi barang-barang bekas itu di dalam karung hitam besar.

Suaminya, Yakob Nenobahun (65), juga bekerja sebagai pemulung. Namun, sekarang, suaminya tidak bisa memulung lagi karena menderita stroke. Kondisi kesehatan pria asal Camplong, Kabupaten Kupang ini belum pulih.

Untuk membiayai pengobatan suaminya, Modesta gigih mengais sampah di Kota Maumere. Bau sampah yang menyengat dan panas matahari yang terik tidak dihiraukannya lagi.

Kepada Ekora NTT, Jumat (10/1/2020) Mama Modesta mengaku, ia dan suami sudah lima tahun bekerja sebagai pemulung di Kota Maumere. Ia bersyukur, pekerjaan yang dilakoninya sekarang dapat mencukupi kebutuhan keluarga dan membantu pengobatan suaminya.

“Lumayan, Pak. Hasil barang bekas yang saya pilih di pertokoan dan di jalan kota ini cukup banyak. Tiap hari sampahnya tetap ada. Saya sangat bersyukur bisa beli beras, kopi, gula, obat asam urat, dan Salonpas Rp6.000,00 untuk suami,” ucap Modesta.

Mama Modesta menyebutkan, setiap minggu, rata-rata penghasilan yang diperolehnya dari hasil memulung Rp50 Ribu. Kadang hasilnya tidak sampai angka itu.

“Barang-barang sampah saya pilih pada tumpukan sampah. Lalu, saya pilah-pilah sampah plastik, kardus, besi, dan alumunium. Kemudian, barang-barang bekas itu saya kumpulkan dalam karung selama satu minggu, baru saya pergi jual,” kata Mama Modesta.

Maria Modesta mengaso bersama dengan suaminya yang menderita stroke. Mereka tinggal di sebuah gubuk dekat Rujab Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere. YOPI/EKORANTT

Mama Modesta dan suaminya tinggal di tengah Kota Maumere, tepatnya di sebuah gubuk tua yang jaraknya tidak jauh dari gedung DPRD dan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sikka di Jalan Eltari di belakang Kantor Disperindag Kabupaten Sikka.

Modesta berkisah, sejak pukul 05.00 Wita, ia sudah mulai memulung di Kota Maumere. Pada siang hari, ia kembali ke rumah untuk merawat suaminya yang sedang sakit stroke.

“Kami bersyukur tinggal di tanah milik pemerintah. Kami tinggal sudah satu tahun meskipun kami belum minta izin. Kami pernah dapat bantuan dari Bapak Kepala Dinas Sosial dr. Deli Pasande berupa beras, kopi, dan gula, “ ungkap Modesta.

Seorang tetangga yang tidak mau namanya dikorankan mengatakan, Mama Modesta dan suaminya sering mendapat kunjungan dan bantuan dari para jemaat GMIT dan Gereja Protestan Betel. Disperindag Sikka juga mengizinkan mereka untuk ambil air di kantor.

Menurut dia, Mama Modesta dan suaminya tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Akan tetapi, pihak Dinas Sosial sudah berkoordinasi dengan kelurahan agar mereka bisa memiliki KTP.

“Selain bekerja sebagai pemulung, Mama Modesta memanfaatkan tanah kosong milik Pemerintah Kabupaten Sikka ini untuk ditanami jagung dan singkong,” pungkas si tetangga.

TERKINI
BACA JUGA