Maumere, Ekorantt.com – Raut wajah Theresia Udu (61) terlihat sumringah. Warga RT 012/RW 03, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat dikunjungi tamu spesial, yakni Bupati Sikka Fransiskus Robertus Diogo atau yang akrab disapa Robi Idong.
Robi Idong yang didampingi istrinya Ani Idong datang memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada Theresia pada Selasa (21/1).
Hadir pada kesempatan itu Kabag Humas Pemda Sikka, Camat Alok Barat, Lurah Wailiti, Babinkamtibmas Polsek Alok, Babinsa Koramil Kota, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan pengusaha pub di Keurahan Wailiti.
Robi Idong dalam arahan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada Camat Alok Barat dan Lurah Wailiti yang telah melaksanakan Instruksi Bupati dengan cepat dan tepat.
“Terima kasih juga kepada para donatur yang telah memberikan bantuan untuk Mama Theresia,” katanya.
Robi berpesan kepada camat dan lurah untuk mengawasi proses pembangunan rumah mama Theresia. Dia juga berharap, Mama Theresia, anak, dan cucunya dapat mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, layak, dan sehat.
Camat Alok Barat Marthen Luther Adji mengatakan, setelah memperoleh Instruksi Bupati Sikka, ia langsung melakukkan koordinasi dengan Lurah Wailiti untuk mendata warga dengan rumah tidak layak huni di Kelurahan Wailiti. Setelah itu, Mantan Camat Kangae ini berkoordinasi dengan para pengusaha di Kelurahan Wailiti untuk memberikan bantuan kepada Mama Theresia.
Menurut Marten, masih terdapat beberapa rumah tidak layak huni di wilayahnya.
“Rencana setelah ini, masyarakat akan mulai membantu pembangunan rumah Mama Theresia,” ujarnya.
Sementara itu, Mama Theresia kepada Ekora NTT menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, dan semua pihak yang telah membantu pembangunan rumahnya.
“Saya bersyukur dan senang. Akhirnya, impian saya mempunyai rumah yang layak huni dapat tercapai,” katanya.
Ia bercerita, rumahnya terkena dampak musibah puting beliung sejak 2012. Baru hari ini ia dapat bantuan dari pemerintah.
“Saya tinggal dengan anak saya laki-laki satu orang dan satu orang cucu yang masih SD yang saya biayai dari hasil titih batu kerikil,“ pungkasnya.











