2 Minggu Lebih Tertahan di Palue karena Cuaca Buruk, Puluhan Pelajar Tiba di Maumere

Maumere, Ekorantt.com – Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Palue tiba dengan Kapal Motor Candi Mas di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Flores, NTT, Rabu (8/1/2020). Selama hampir dua minggu lebih, para pelajar asal Palue ini tertahan di Palue akibat cuaca yang buruk.

Pantauan Ekora NTT pada Rabu (8/1/2020) siang di Pelabuhan Lorens Say, tampak puluhan pelajar dengan tas ransel di punggung turun dari kapal motor setelah lima jam mengarungi perjalanan dari pelabuhan Palue menuju Pelabuhan Lorens Say.

Salah satu Pelajar Kelas VIII SMP Negeri 1 Maumere Salfa menuturkan, dirinya merasa senang karena bisa tiba kembali di Maumere dengan selamat.

“Selama perjalanan, saya cemas dan takut karena ombak besar dan angin kencang. Tapi, beruntung sejak dari Palue hingga tiba di sini cuaca cerah karena tidak hujan,” ungkapnya.

Salfa dan kawan-kawan berangkat dari Palue pukul 08.00 Wita dan tiba di Pelabuhan Lorens Say pukul 13.00 Wita. Perjalanan mereka memakan waktu tidak sampai lima jam.

Salfa mengatakan, dirinya dan teman-teman sebenarnya sudah mau pulang sejak Minggu kemarin. Namun, kapal motor jurusan Palue-Maumere tidak berlayar karena cuaca buruk. Dengan demikian, mereka tidak bisa masuk sekolah sejak hari Senin.

“Hari ini, baru ada kapal motor yang beroperasi meskipun cuaca buruk,” katanya.

Hal senada dikatakan Yosef, salah satu pelajar di SMAK Santo Gabriel Maumere.

Yosef mengaku merasa semangat kembali ketika Candi Mas bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

“Mulai dari Palue, saya hanya tidur saja. Ombak lumayan besar apalagi ketika lewat Sada Watu Manuk ombaknya tambah besar,” kata Yosef Siswa Kelas XI yang juga sudah tiga hari tidak masuk sekolah.

Sementara itu, menurut Bapak Ratu, warga Pensip yang hendak menjemput keponakannya dari Palue, para pelajar yang tertahan itu sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Lorens Say dan Pelabuhan Wuring. Menurut dia, terdapat tiga kapal yang mengangkut para pelajar asal Palue, yakni Candi Mas, Anugerah, dan Embun Pagi.

“Ini informasi yang saya terima dari keponakan,” kata Ratu.

Ratu menuturkan, puluhan pelajar itu tertahan di Palue selama hampir dua minggu lebih akibat cuaca buruk.

“Mereka tertahan di Palue karena tidak ada kapal motor yang beroperasi. Kapal Feri juga tidak jalan akibat cuaca buruk,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA