Mbay, Ekorantt.com – Sebanyak 43 mahasiswa-mahasiswi Politeknik St. Wilhelmus Flores-Boawae mengikuti Praktek Lapangan di sejumlah desa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada selama satu setengah bulan.
Pelepasan para mahasiswa itu dilakukan oleh Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja, pada Sabtu (1/8/2020).
Kegiatan pelepasan tersebut dilaksanakan di halaman kampus dan disaksikan oleh direktur Politeknik St. Wilhelmus Flores-Boawae, Frederikus Lena Djago; Sekertaris Yayasan, Wenslaus Dema; Kabag Humas dan Protokoler Pemda Nagekeo, Silvester Teda Sada; tokoh masyarakat; ketua Alumni St. Wilhelmus Flores; Dosen; dan Para Mahasiswa.
Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja dalam sambutannya mengatakan, petani adalah tulang punggung dalam mempertahakan kedaulatan pangan di Republik Indonesia.
Oleh karena itu, kata dia, para mahasiswa harus memperjuangkan hak-hak petani.
“Adik-adik akan ada di desa dan akan merasakan hidup dan tinggal bersama mereka. Jangan melupakan mereka”, ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini yang mahasiswa pelajari di kampus adalah teori. Dan, praktek lapangan adalah implementasi dari teori-teori itu.
“Saya berharap adik-adik yang turun ke desa bisa melaksanakan praktek dengan baik, sehingga ketika kembali ke kampus ada hal yang menjadi refrensi untuk masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, direktur Politeknik St. Wilhelmus Flores, Frederikus Lena Djago mengatakan, kampus yang menyelenggaran pendidikan vokasi dalam bidang pertanian, peternakan, akutansi serta bisnis itu, selama ini mengalami banyak kendala, seperti keterbatasan fasilitas belajar, keterbatasan peralatan praktek, dan kekurangan tenaga pengajar.
Namun demikan, kekurangan-kekurangan itu, lanjutnya, tidak menghambat proses pembelajaran.
Pada kesempatan itu juga, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Nagekeo yang telah menghibahkan dana dan satu unit bus untuk lembaga pendidikan tersebut.
43 mahasiswa yang menjalani praktek lapangan tersebut berasal dari tiga program studi, yaitu program studi akutansi, program studi nutrisi dan makanan ternak, dan program studi menejemen pertanian lahan kering.
“Semua mahasiswa ini berada di semester 6 dan sudah siap mengikuti praktek lapang”, ujar ketua panitia Praktek Lapangan, Dominikus Diwa.
Menurutnya, desa-desa yang menjadi tempat praktek sudah disurvei oleh panitia.
“Penepatan lokasi praktek setiap mahasiswa disesuaikan dengan program studi,” tutupnya.
Belmin Radho