Meracik Peluang Bisnis Teh Rosella di Maumere

Maumere, Ekorantt.comDengan sedikit gugup sebagai mahasiswa magang di kantor redaksi Ekora NTT saya menuju Magedoa, Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka pada Jumat, 23 Oktober 2020. Tugas peliputan hari itu adalah mewawancarai Ignatius Iking. Pria 48 tahun ini adalah salah satu sosok yang kini mengembangkan usaha kecil-kecilan sebagai petani, peracik dan sekaligus penjual teh rosella.

Rosella (hibiscus sabdarifa) adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. Mulanya bunga yang terkenal karena tampaknya yang cantik ini dijadikan penghias halaman rumah. Pada perjalanan waktu ternyata rosella memiliki khasiat yang sangat besar bagi kesehatan manusia, dua diantara manfaatnya adalah membantu menurunkan suhu tubuh serta mengatasi susah buang air besar. Rosella sendiri kemudian banyak dikembangkan menjadi teh yang kemudian populer disebut dengan teh rosella.

“Saya tertarik untuk menjadikan atau mengolah rosella menjadi teh karena mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan misalnya bisa diolah menjadi minuman, obat-obatan tradisional, dan juga bisa diolah menjadi produk kecantikan,” ujar Ignas.

Ignas mulai menjalani usaha sebagai penjual teh rosella dari awal Juni 2020. Saat itu ia memanen hasil dari tanaman rosella yang ditanam dekat rumahnya.

Bibitnya ia peroleh dari kantor camat Kangae. Bermula dari adanya kegiatan kebersihan lingkungan bersama di kantor camat. Oleh  para staf, Ignas ikut mendapatkan jatah pembagian bibit rosella untuk ditanam.

Ignas lebih jauh menjelaskan, awal dirinya untuk menjalankan bisnis teh rosella sama sekali tak ada modal. Yang ia punya cumalah semangat dan tekad bahwa ia bisa. Maka mulailah ia menanam bibit rosella pembagian dari staf kantor camat.

Hal yang mendorongnya untuk menjalankan bisnis ini adalah faktor alam di Maumere yang mendukung. Rosella dapat tumbuh subur pada daerah beriklim panas dengan curah hujan sedikit.

“Yang mendorong saya untuk menjalankan bisnis teh rosella adalah faktor alam di Maumere yang mendukung karena tanaman ini lebih membutuhkan panas dari pada kelebihan air. Jika rosella itu mendapat  air berlebihan maka akan mengalami penghambatan. Selain itu menurut saya menjalankan bisnis ini merupakan sebuah peluang dari pada mencari produk dari luar lebih baik kita mencoba memanfaatkan produk lokal yang berada di sekitar kita,” jelas Ignas.

Ignas berencana memiliki lahan khusus untuk menanam rosella.  Untuk itu ia lagi berjuang menyiapkan modal agar bisa melanjutkan usahateh rosella lebih besar lagi.

“Untuk saat ini cara penjualan saya menggunakan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp,” imbuhnya.

Selain itu, teh rosella dijual di sejumlah gerai di Kota Maumere, termasuk di KSP Kopdit Hiro Heling. Hiro Heling memang punya kepeduliaan untuk mengembangkan dan memberdayakan petani yang berkecimpung pada usaha teh rosella.

Kontributor: Emanuel Randy Siku

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img