Bajawa, Ekorantt.com – Komisi 3 DPRD Ngada menyoroti sejumlah persoalan kesehatan yang ditemukan saat kunjungan kerja ke sejumlah puskesmas beberapa waktu belakangan.
Persoalan itu dikemukakan anggota dewan saat pertemuan bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dr. Yovita Maria Bernaditte Moi di Ruang Komisi 3 DPRD Ngada pada Rabu, 26 Februari 2025.
Anggota DPRD Ngada, Gregorius Nua mengatakan pihaknya menemukan permasalahan kelistrikan di Puskesmas Boba.
“Ini sangat memperhatikan. Ada genset tapi rusak, bagaimana kalau terjadi hal-hal emergency,” kata dia.
Ia mengatakan genset sangat diperlukan di fasilitas kesehatan saat listrik milik negara mengalami pemadaman.
“Apalagi di sana tidak ada dokter. Jaringan wifi diperlukan untuk membantu para nakes bisa konsultasi dengan dokter,” tutur Gregorius.
PRD juga menemukan permasalahan pelayanan yang tidak humanis terhadap pasien di Puskesmas Laja.
“Ini ada emergency masih bilang tunggu, bahkan ada alasan bilang ruang penuh,” kata Gregorius.
Ia berharap persoalan itu menjadi perhatian serius dari dinas kesehatan sehingga ke depan tidak terjadi lagi.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi 3 DPRD Ngada, Wilfridus Muga yang menyoroti kekurangan sarana dan prasarana di sejumlah puskesmas, termasuk mengenai pagar pengaman puskesmas.
Selain itu, ketiadaan petugas medis di Puskesmas Pembantu Turaloa di Kecamatan So’a.
“Ini puskesmas, status puskesmas pembantu tapi tidak ada tenaga kesehatan,” ujar Wilfridus.
Persoalan lain yang dibeberkannya mengenai ketiadaan jaringan air bersih di Puskesmas Watukapu, Kecamatan Bajawa Utara.
Menanggapi hal itu, Kadis Kesehatan Yovita Moi mengatakan sarana prasarana pengaman sebenarnya sudah diusulkan oleh puskesmas setiap tahun.
“Kami sudah berusaha untuk masukan dalam sub kegiatan untuk pagar keliling, sementara untuk DAK fisik itu tidak masuk,” jelasnya.
Sementara genset ia mengaku masih mengalami kendala. Namun, Yovita heran keluhan pihak puskesmas tidak disampaikan ke dinas namun ke DPRD.
“Padahal mereka sendiri memiliki biaya operasional dana JKN kapitasi. Jadi kapitasi itu ada untuk biaya jasa pelayanan dan operasional,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengaku masukan itu menjadi sangat penting sehingga pihak bisa lakukan kolaborasi dengan puskesmas.