Puskesmas Pembantu di Desa Ri’a 1, Ngada Tak Punya Tenaga Kesehatan

Dinas Kesehatan, kata Yovita, tengah berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk menugaskan seorang nakes menjadi penanggung jawab dan memberikan pelayanan di Desa Ri'a 1, sambil menunggu nakes yang baru.

Bajawa, Ekorantt.com – Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Ri’a 1, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada tidak punya tenaga kesehatan (Nakes) yang untuk melayani masyarakat setempat.

Kepala Desa Ri’a 1,Hironimus Kasa mengatakan bahwa kondisi kekosongan tenaga kesehatan terjadi sejak satu tahun setelah petugas kesehatan di desa itu lulus PPPK dan dipindahkan ke Puskesmas Maronggela yang berada di ibu kota kecamatan.

“Pak bisa bayangkan bagaimana kondisi jalan begini, masyarakat harus berobat ke puskesmas,” jelasnya kepada awak media pada Senin, 3 Maret 2025.

Hironimus mengatakan, masyarakat sangat membutuhkan tenaga kesehatan, apalagi jarak menuju ke puskesmas cukup jauh dan dengan kondisi jalan rusak parah.

“Jarak dari desa ke puskesmas sekitar 7 kilometer dan kondisi ruas jalan rusak,” ujarnya.

Ia berharap perhatian serius pemerintah yakni untuk kembali menempatkan petugas kesehatan di Desa Ri’a 1.

Hal senada diutarakan oleh Ketua BPD desa Ri’a 1, Ambrosius Nange.  Di tengah kondisi itu, kata Ambrosius, masyarakat harus mengeluarkan biaya  transportasi cukup besar, bisa mencapai Rp60 ribu, bahkan lebih jika kondisi darurat.

“Ini kalau untuk kendaraan umum, tapi kalau dalam kondisi darurat harganya bisa naik lagi,” tuturnya.

Biaya transportasi, keluh Ambrosius, bisa lebih besar dari biaya berobat di puskesmas.

“Saya berharap menjadi perhatian serius dari pemerintah kabupaten Ngada,” ujarnya penuh harap.

Anggota DPRD Ngada, Yohanes Bosco Ponong mengatakan bahwa keluhan masyarakat itu sudah ia sampaikan dalam rapat bersama dinas kesehatan.

“Karena petugas kesehatan khususnya bidan sangat penting apalagi kalau ada ibu hamil, dia bertanggung jawab dari hari pertama kehidupan hingga seorang ibu melahirkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, dr Yovita Maria Bernaditte Moi mengatakan alokasi Tenaga kesehatan PPPK hanya untuk Puskesmas. Desa bisa merekrut tenaga kesehatan melalui pembiayaan dana desa.

“Beberapa nakes sudah masukan lamaran ke Dinkes untuk tenaga sukarela, kami sudah arahkan tenaga beberapa desa lowong, termasuk Ri’a 1, namun belum ada yang mau di sana,” jelasnya.

Dinas Kesehatan, kata Yovita, tengah berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk menugaskan seorang nakes menjadi penanggung jawab dan memberikan pelayanan di Desa Ri’a 1, sambil menunggu nakes yang baru.

TERKINI
BACA JUGA