Expo Desa di Bola: Kolaborasi Mahasiswa Unipa dan Warga Angkat Potensi Unggulan Lokal

Expo ini merupakan terobosan positif. Unipa adalah universitas besar dan kuat di Flores dan NTT

Maumere, Ekorantt.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unipa Maumere tingkat Kecamatan Bola tahun 2025 mengadakan Expo Desa selama dua hari, 28- 29 Juli 2025 di Gereja Santo Martinus Bola.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa KKN Unipa, pemerintah desa, dan Pemerintah Kecamatan Bola, yang menampilkan berbagai potensi dan produk unggulan lokal.

Saat membuka acara, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi gagasan inovatif mahasiswa, yang dinilai mampu menyinergikan program pemerintah dengan potensi unggulan desa.

“Expo ini merupakan terobosan positif. Unipa adalah universitas besar dan kuat di Flores dan NTT. Sebagai kampus berdampak, Unipa selalu melahirkan terobosan yang memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Juventus.

Menurutnya, keberadaan enam perguruan tinggi di Kabupaten Sikka menjadi kebanggaan tersendiri, yang mana merepresentasikan Maumere sebagai kota pendidikan.

Terkait produk unggulan yang dipamerkan selama expo, Juventus menyoroti potensi pertanian dan kelautan di wilayah Bola yang dinilai sangat besar. Karena itu, dibutuhkan kerja kolaboratif dari semua lini untuk mengembangkannya secara produktif.

Dua desa di Kabupaten Sikka, kata dia, telah ditetapkan untuk menjalankan program One Product One Village (OPOV) dari Pemerintah Provinsi NTT, yaitu Desa Ipir di Kecamatan Bola dan Desa Bloro di Kecamatan Nita.

“Ke depan, potensi kelautan dan perikanan juga akan ditata dan dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat,” tambahnya.

Kampus Berdampak

Rektor Unipa Maumere, Jonas K. G. D. Gobang, atau Gery Gobang, mengatakan bahwa Unipa sebagai kampus berdampak dan komunitas ilmiah yang inovatif dan berdaya saing.

Ia menyatakan komitmen Unipa untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui riset, kajian ilmiah, dan kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKN dan expo desa.

“Expo di Kecamatan Bola merupakan peluncuran kedua, setelah sebelumnya digelar di Lewolaga, Flores Timur pada 2024. Ini bukan solusi instan, tapi inspirasi untuk perubahan,” ujar Gery Gobang.

Unipa juga menggelar KKN Tematik, yang menyasar isu-isu spesifik seperti penanganan stunting di sejumlah wilayah, kata Gery Gobang.

Ke depan, lanjutnya, Unipa akan memperkuat kualitas sumber daya manusia. Saat ini, Unipa memiliki tujuh fakultas, 22 program studi, dengan 17 dosen bergelar doktor dan 12 orang sedang menempuh studi doktoral.

Promosi Potensi Unggulan Desa

Ketua Panitia Penyelenggara Expo Desa KKN Mahasiswa Unipa, Alexius Boer atau Lexi Boer menerangkan, Expo Desa merupakan inisiatif dari rekan-rekan mahasiswa KKN Unipa yang telah melaksanakan pengabdian di delapan desa di wilayah Kecamatan Bola selama tiga minggu.

“Dalam proses KKN, kami melihat betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh desa-desa di sini, baik dari sisi sumber daya alam, sumber daya manusia, kearifan lokal, hingga produk-produk inovatif yang dihasilkan masyarakat desa.”

Namun demikian, kata Lexi Boer, pihaknya juga menemukan adanya tantangan besar yang dihadapi masyarakat desa, khususnya dalam hal akses promosi, penguatan branding, penggunaan teknologi, serta keterbatasan jejaring pasar.

“Dari sinilah lahir gagasan untuk menyelenggarakan Expo Desa sebagai wahana bagi desa untuk menampilkan potensi terbaiknya dan menjalin koneksi yang lebih luas dengan dunia luar,” jelasnya.

Tujuan dari Expo Desa, kata Lexi Boer, yakni memfasilitasi promosi potensi unggulan desa, baik berupa produk, jasa, seni budaya, maupun sumber daya lainnya. Kemudian mendorong sinergi antara masyarakat desa, mahasiswa, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam membangun desa secara partisipatif.

Expo Desa juga menjadi ruang edukasi dan pertukaran pengetahuan, baik antar desa, antar generasi, maupun antar sektor. Selain itu, memperkenalkan inovasi-inovasi lokal hasil karya masyarakat maupun mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

Expo ini juga mampu meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial masyarakat desa, melalui kerja sama dan inspirasi dari berbagai kegiatan ini berlangsung.

Sedangkan kegiatan utama dalam Expo Desa yakni pameran dari delapan desa yang menampilkan produk lokal seperti kerajinan tangan, olahan makanan dari hasil pertanian. Lalu, pentas seni dan budaya lokal, menyajikan beragam kesenian tradisional, tari daerah, musik etnik, drama rakyat, lomba mewarnai tingkat PAUD dan SD, serta lomba menggambar tingkat SMP dan SMP.

“Ada juga penjualan kupon undian berhadiah untuk pembangunan dan renovasi Gereja St Martinus Bola. Kegiatan sosial dan layanan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Bola, layanan psikologi gratis dari pusat layanan Psikologi Unipa, pendaftaran mahasiswa baru Unipa secara gratis,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img