Kupang, Ekorantt.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai kerap memberikan izin pendirian sekolah tanpa diikuti dengan komitmen untuk membangun gedung serta menyediakan sarana dan prasarana (sarpas) yang memadai.
Penilaian tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi V DPRD NTT, Sheline Lana, kepada wartawan usai melakukan pertemuan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT di Kupang, Selasa, 29 Juli 2025.
Menurut Sheline, ketiadaan gedung sekolah dan sarana prasarana sangat berdampak pada proses belajar mengajar yang menjadi tidak optimal.
Hal ini, lanjutnya, dapat dilihat dari kondisi SMKN Restorasi Timung yang berada di Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Meski telah mendapat izin operasional sejak tahun 2019, hingga kini sekolah tersebut belum memiliki gedung sendiri dan masih menumpang di bangunan SMP terdekat.
Situasi serupa juga terjadi di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.
“Hal ini bukan cuma satu. Dan di beberapa tempat malah anak-anak sekolah itu macam buka tenda saja,” kata Sheline.
Ia menilai, pemerintah justru lebih fokus memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah lama ketimbang membantu sekolah baru yang sangat membutuhkan fasilitas dasar.
Padahal, kata Sheline, sekolah-sekolah baru sangat memerlukan gedung permanen serta fasilitas pendukung lainnya seperti perpustakaan, laboratorium, dan ruang praktik.
“Kondisi ini saya temukan saat melakukan reses di wilayah Manggarai secara keseluruhan,” jelasnya.
Sheline yang berasal dari Fraksi Partai Hanura juga menyoroti adanya sekolah kejuruan pertanian yang belum memiliki lahan praktik untuk siswa. Hal ini dinilai tak sejalan dengan tujuan pendirian sekolah vokasi.
“Anak-anak mau praktik bagaimana? Padahal sekolah vokasi ini dibangun untuk anak-anak langsung praktik agar keahlian mereka terasah,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di berbagai daerah di NTT. Menurutnya, SLB memiliki kebutuhan khusus dan harus menjadi perhatian utama.
“Harus ada revitalisasi untuk sekolah SLB seperti untuk asramanya. Ini harus jadi prioritas,” pungkas Sheline.