Bajawa, Ekorantt.com – Sebanyak 130 mahasiswa dari sejumlah kampus yang bernaung di bawah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah III Jakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Merajut Nusantara di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT mulai 27 Juli hingga 6 Agustus 2025. Mereka berkolaborasi dengan Kampus Stiper Flores Bajawa.
Pelaksana KKN Tematik, Deni Mahdiana, mengatakan kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus dalam aksi nyata kepada masyarakat.
“Ini adalah perwujudan langsung dari tridharma perguruan tinggi,” kata Deni di Bajawa pada Rabu, 29 Juli 2025.
Ratusan mahasiswa ini berasal dari 27 kampus sebagai perwakilan dari 246 kampus yang berada di bawah LLDikti wilayah III Jakarta.
Dalam pelaksanaan kegiatan, para mahasiswa memfokuskan diri pada tiga bidang pengabdian yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif (Ekraf).
Secara spesifik, Deni menjelaskan bahwa di bidang kesehatan, mahasiswa akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis, edukasi tentang stunting hingga pemeriksaan mata. Pihaknya akan memberikan kaca mata gratis kepada warga yang bermasalah pada mata.
“Kita juga memberikan edukasi tentang pola hidup sehat bagi masyarakat khususnya di Kecamatan Riung,” ujar Deni.
Sementara di bidang pendidikan, para peserta akan fokus pada pembelajaran deep learning, yang mana pembelajaran tersebut merupakan terobosan Kementerian Dasar dan Menengah RI.
“Kita juga akan memberikan pelatihan bagi para guru tentang pembelajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga para siswa lebih semangat ikut pembelajaran,” ujarnya.
Sementara di sektor ekraf, para mahasiswa akan melatih pembuatan suvenir hingga pemasaran secara digital.
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, berharap kegiatan KKN Tematik bisa berdampak dan mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat.
“Kami percaya akan membawa dampak yang positif dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” kata Berni.
Menurutnya, KKN Tematik ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Ngada yakni membangun desa menata kota, yang berfokus pada bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
Ia meyakini tagline membangun dan menata kota merupakan program yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan tidak saja datang dari pusat namun bisa berasal dari desa dengan menunjukkan kreativitas, partisipasi, dan kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Dengan melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan puluhan dosen, Pemkab Ngada meyakini kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat.