Ruteng, Ekorantt.com – Sebanyak enam mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng yang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 di Kelurahan Poco Mall, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, menciptakan pupuk organik pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Mereka mengolah sampah organik dan dedaunan menjadi pupuk organik dengan tujuan meningkatkan kualitas pertanian di wilayah setempat.
Para mahasiswa yang terlibat dalam KKN Tematik terdiri dari berbagai program studi; Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Sosial Ekonomi Pertanian, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Keperawatan), Pendidikan Matematika), dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Poco Mall, sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah kelangkaan pupuk organik yang berdampak pada penghambat produktivitas pertanian.
Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan menggunakan EM4, sebuah mikroorganisme yang berguna untuk mempercepat proses fermentasi bahan organik.
Setelah bahan-bahan itu diadukkan dengan EM4, dibiarkan untuk difermentasi selama 14 hari sebelum akhirnya siap digunakan.
Angelita Nova, salah satu mahasiswa berkata, pembuatan pupuk organik bertujuan untuk membantu KWT Poco Mall dalam menyediakan pupuk yang berkualitas dan terjangkau, yang nantinya akan meningkatkan hasil pertanian mereka.
“Kami berharap hasil pupuk organik yang kami buat dapat membantu masyarakat, khususnya KWT dalam meningkatkan kualitas sayuran yang mereka tanam,” ungkap Angel.
Mahasiswa lain, Agustinus Rilo bilang bahwa Kelurahan Poco Mall memiliki potensi besar untuk menghasilkan pupuk organik.
“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan hasil tanaman hortikultura di sini. Dengan pupuk organik yang kami hasilkan, kami berharap bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas sayur yang ditanam oleh KWT,” katanya.
Lurah Poco Mall, Oktavianus S.N. Aman menjelaskan program yang dijalankan peserta KKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakatnya.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam meningkatkan kualitas pertanian,” ujarnya.
Selama menjalankan KKN, kata dia, mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng bekerja sama dengan KWT, Kader PKK, dan Kader Posyandu untuk melaksanakan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada masyarakat.
“Kami berharap hasil dari pembuatan pupuk organik ini dapat membantu KWT dalam meningkatkan hasil pertanian mereka, terutama dalam menghasilkan sayuran yang lebih berkualitas,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. KWT dapat terus memproduksi pupuk organik secara mandiri dengan mengikuti teknik yang telah diajarkan oleh para mahasiswa.
“Dengan pengetahuan yang sudah diperoleh, kami berharap KWT dapat melanjutkan pembuatan pupuk organik secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, kami juga ingin anggota KWT dapat mengedukasi masyarakat lainnya tentang cara pembuatan pupuk organik agar tidak ada lagi kelangkaan pupuk di masa depan,” tuturnya.
Angel dan Rilo pun berharap, melalui program ini, masyarakat Poco Mall dapat lebih mandiri dalam memproduksi pupuk organik, tanpa bergantung pada pembelian dari luar.
“Pupuk tidak semestinya harus dibeli, tetapi juga bisa kita ciptakan sendiri,” tegas Angel.